Publik Terbelah, Pengamat Sebut Gerakan Mahasiswa Kini Sulit Sebesar Reformasi 98

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai gelombang kritik kalangan akademisi terhadap pihak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih belum akan berkembang menjadi gerakan politik besar bagaikan yang terjadi pada Reformasi 1998.

Menurut dia, gerakan kalangan akademisi memang berpotensi menguat apabila pihak pemerintah tidak merespons berbagai tuntutan dan kritik yang disampaikan.

Gerakan kalangan akademisi kembali menjadi kekuatan politik bila pihak pemerintah tidak merespon tuntutannya. Ada kebarangkalian eskalasi kritik kalangan akademisi akan semakin besar,” kata Jamiluddin kepada MediaMerdeka.com, Rabu (17/6/2026).

Meski begitu, ia menilai peluang lahirnya gerakan kalangan akademisi yang masif bagaikan pada 1998 relatif kecil. Sebab, kondisi sosial dan politik pada saat ini berbeda bersama situasi menjelang runtuhnya pihak pemerintahan Orde Baru.

“Namun eskalasinya tampaknya tidak sebesar dan semasif saat Reformasi tahun 1998. Saat itu hampir seluruh elemen masyarakat sekitar mendukung gerakan kalangan akademisi,” ujarnya.

Jamiluddin menyaksikan pada saat ini bahkan suara kalangan akademisi sendiri masih belum sepenuhnya solid dalam menyikapi berbagai kebijakan pihak pemerintah.

Sebagai contoh, kata dia, terdapat perbedaan pandangan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seuntukan kalangan akademisi menuntut program tersebut dihentikan, sementara kelompok lain cuma mengimbau evaluasi dan perbaikan pelaksanaannya.

Kondisi serupa juga terjadi di kalangan masyarakat sekitar luas. Dukungan terhadap berbagai aksi kritik kalangan akademisi dinilai masih belum bulat lantaran masih terdapat kelompok yang mendukung pihak pemerintah.

“Dukungan elemen masyarakat sekitar juga terbelah. Ada yang mendukung, tapi ada juga yang tidak,” tuturnya.

Karena itu, Jamiluddin memandang kecil kebarangkalian gerakan kalangan akademisi berkembang menjadi kekuatan politik nasional sebesar Reformasi 1998.

Namun, ia menilai kritik yang disuarakan kalangan akademisi tetap memiliki peran penting sebagai pengingat untuk pihak pemerintah.

“Gerakan kalangan akademisi ini dapat memantik pihak pemerintah demi mengevaluasi seluruh programnya yang dinilai bermasalah demi menuju yang makin baik,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *