Purbaya Buktikan Daya Beli Masyarakat Masih Tinggi, Penjualan Mobil-Motor Naik di April 2026

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuktikan bahwa daya beli masyarakat sekitar Indonesia masih tinggi di tengah ketidaktentuan global. Terbukti dari data penjualan mobil dan motor pada April 2026.

Menkeu Purbaya membeberkan bila penjualan mobil di Indonesia naik 55 persen per April 2026 secara tahunan (year on year atau yoy). Begitu pula penjualan motor yang tumbuh 28,1 persen yoy per April 2026.

“Jadi daya beli masyarakat sekitar masih ada,” katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Kantor Keaparatur negara kementerianan Keuangan, dikutip Rabu (20/5/2026).

Penjualan mobil dan motor April 2026 naik signifikan dibandingkan Maret 2026. Bulan lalu penjualan mobil minus 13,8 persen yoy, sementara penjualan motor minus 17,1 persen yoy.

Bendahara Negara menilai bila tren negatif ini didikarenakankan lantaran faktor musiman bagaikan Idulfitri atau Lebaran 2026.

“Anda lihat tuh, yang menarik penjualan mobil dan motor sempat negatif kan waktu Maret, lantaran barangkali musiman lebaran. Harusnya bila year on year musimannya hilang. Tapi ternyata enggak tuh, enggak dapat hilang, tetap saja minus 17,1 persen di bulan Maret,” papar dia.

Ia optimistis bila sektor otomotif bakal tumbuh makin cepat mengawali Juni 2026 lantaran Pemerintah telah menyiapkan insentif demi mobil listrik serta motor listrik.

“Juni saya pikir akan tumbuh makin cepat lagi, lantaran pihak pemerintah akan mengeluarkan insentif demi mobil listrik dan motor listrik. Kita ingin ada stimulus tambahan di perekonomian,” jelasnya.

Skema insentif mobil dan motor listrik

Semasih belumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya menyetujui pemberian insentif otomotif berupa subsidi mobil listrik maupun motor listrik bersama total 200 ribu unit.

Hal ini diumumkan usai Menkeu Purbaya menemui Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada Selasa (5/5/2026) pagi tadi d Kantor Kemenkeu.

“Tadi saya ketemu bersama Menteri Perindustrian tadi pagi, saya tanya apa yang dapat didorong. Saya tertarik bersama proposal mereka demi memberi subsidi ke kendaraan listrik,” katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Bendahara Negara beralasan bila subsidi electronic vehicle (EV) atau kendaraan listrik ini bertujuan demi meningkatkan konsumsi masyarakat sekitar. Selain itu, insentif diharapkan demi mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah perang Amerika Serikat vs Iran.

“Jadi ke depan wajibnya bila itu dipercepat makin memperkuat daya tahan ekonomi kita,” lanjutnya.

Terkait skema subsidi, Purbaya sempat membocorkan bila insentif ini berlaku demi 100 ribu unit motor maupun mobil listrik. Jika ketersediaan telah habis, Pemerintah akan kembali mengguyur subsidi.

Sama halnya bersama motor listrik. Bedanya Purbaya juga membeberkan anggaran subsidi motor listrik sebesar Rp 5 juta per unit.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *