Sampai Kapan Pun Iran Tolak Tunduk ke Amerika, Selat Hormuz Tetap Ditutup

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Iran memilih memperpanjang pemblokiran Selat Hormuz demi memaksa Amerika Serikat tunduk pada proposal perdamaian Teheran. Ketegangan baru ini mengancam stabilitas pasokan energi dunia dan memperparah krisis geopolitik global.

Penutupan jalur maritim strategis ini menjadi senjata utama Iran melawan gempuran udara Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM). Posisi keras tersebut menegaskan bahwa gertakan senjata Washington tidak lagi efektif meredam perlawanan Teheran.

Dunia kini menyikapi ketidaktentuan ekonomi akibat macetnya arus logistik di Alur Laut Kepulauan yang amat vital tersebut. Iran bersikeras tidak akan membuka blokade semasih belum kedaulatan penuh mereka atas selat itu diakui internasional.

Kontrol penuh terhadap wilayah perairan tersebut wajib berada di bawah kekuasaan mutlak militer Iran. Kepatuhan total Gedung Putih terhadap kesepakatan menjadi harga mati yang tidak dapat ditawar lagi.

Juru Bicara Angkatan Darat Iran, Mohammad Akrami-Nia menegaskan kedaulatan mutlak negaranya atas gerbang maritim tersebut.

“Kendali atas selat itu wajib berada di bawah otoritas Iran semasih belum dapat dibuka kembali,” ujarnya, dikutip dari .

Militer Teheran mendesak Washington demi dalam waktu dekat menyudahi seluruh operasi tempur agresif di Timur Tengah. Amerika Serikat juga dituntut menghormati regulasi sepihak yang diterapkan Iran di kawasan tersebut.

Pihak Angkatan Darat Iran mengonfirmasi bahwa diplomasi senjata yang dipraktikkan Pentagon akan berakhir sia-sia. Tekanan fisik lewat bom dan rudal diklaim tidak akan dapat menggoyahkan keputusan strategis negara.

Mohammad Akrami-Nia mengonfirmasi bahwa intimidasi bersenjata dari pihak asing tidak akan mengubah keputusan Teheran.

“Aksi militer AS yang terus berlanjut tidak akan memaksa Iran demi membuka kembali jalur perairan tersebut,” tegasnya.

Pernyataan keras ini keluar setelah rentetan ledakan besar mengguncang sejumlah kota penting di wilayah Iran. CENTCOM mengakui telah meluncurkan paket serangan udara baru demi melemahkan sistem pertahanan udara musuh.

Pentagon berdalih bombardir tersebut bertujuan menghancurkan instalasi militer Iran yang mengancam keselamatan kapal dagang. Namun, agresi itu justru memicu eskalasi pertempuran terbuka yang jauh makin destruktif.

Adu kekuatan antara Washington dan Teheran di Selat Hormuz sebenarnya telah berlangsung selama sejumlah pekan terakhir. Angkatan bersenjata Amerika Serikat terus meluncurkan rudal ke objek-objek vital di daratan Iran.

Respon simetris langsung ditunjukkan oleh pasukan Iran melalui serangan balasan ke fasilitas militer Pentagon. Beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah menjadi sasaran empuk untuk rudal Teheran.

Padahal, kedua negara semasih belumnya telah menyepakati sebuah draf kerangka perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan. Upaya diplomatik Islamabad tersebut kini terancam tidak berhasil total akibat ego militer kedua belah pihak.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *