Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari ‘Orang Jokowi’

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Analis kebijakan publik, Said Didu, mengingatkan bahwa telah waktunya Presiden Prabowo Subianto demi menjalankan pihak pemerintahannya tanpa bayang-bayang keberlanjutan kebijakan Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.

Said menilai pihak pemerintahan Prabowo pada saat ini masih dipenuhi oleh orang-orang terdekat Jokowi yang cenderung dipertanyakan integritas dan kompetensinya.

Ia meragukan kinerja sejumlah aparatur negara yang memiliki kedekatan khusus bersama Jokowi. Semisal, Said mencontohkan, kemampuan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam mengurus perizinan tambang yang ia nilai masih bermasalah.

Selain itu, ia mempertanyakan komitmen Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam menertibkan pelanggaran di kawasan hutan.

“Juga Airlangga Hatarto selaku Menko Perekonomian, padahal dia yang bikin UU Cipta Kerja,” kata Said dikutip dari Youtube Forum Keadilan TV pada Kamis,(2/7/2025)..

Menurut Said, sebaiknya Prabowo mengawali membersihkan kabinetnya dari orang-orang kepercayaan Jokowi tersebut apabila memang serius memberantas kepentingan oligarki.

Karena menurutnya, tokoh-tokoh tersebut yang jutsru menghalangi atau menghambat kinerja Prabowo dalam memberantas oligarki.

“Orang-orang yang sempat digunakan Jokowi demi menyerahkan karpet merah untuk oligarki,” ungkapnya.

Bahkan, Said mecurigai dipilihnya Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana yang kini terjerat kasus korupsi, merupakan untukan dari strategi Jokowi demi menyusupkan orang kepercayaanya. Hal itu bertujuan demi merusak citra pihak pemerintahan Prabowo.

“Siapa tahu orang-orang di sekitar Prabowo itu disusupkan?” katanya.

Menurutnya, Prabowo cuma punya waktu hingga Agustus 2026 demi mengawali menyingkirkan tokoh-tokoh itu. Sebab, Said khawatir Jokowi akan memengawali manuvernya termakin dahulu.

“Kalau memang (Prabowo) mau berterima kasih kepada Jokowi, telah cukup rasanya. Sudah 2 tahun.”

Meski begitu, lanjut Said, sampai pada saat ini Prabowo tidak terlihat goyah menyikapi tekanan oligarki. Justru, menurutnya, oligarki mengawali was-was terhadap komitmen Prabowo dalam pemberantasan korupsi.

Reporter: Alif Bintang

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *