Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi Cadangan Devisa (Cadev) Indonesia masih stabil dan kuat. Hal ini dilantarankan fundamental ekonomi Indonesia yang masih stabil.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, menyebutkan bahwa bersama fundamental ekonomi yang kuat menciptakan cadangan devisa stabil.

Apalagi, jelasnya, pengelolaan utang luar negeri bersama baik, jadi bukti rupiah dapat kembali menguat.

“Kita meyakini bersama fundamental ekonomi yang Indonesia yang baik, pertumbuhan yang baik, inflasi yang terkendali, lalu juga bagaimana Indonesia mengolah utang luar negeri bersama pruden, cadangan devisa yang memadai, ini yang menciptakan kita optimis bahwa rupiah akan stabil dan cenderung menguat,” ujarnya di Gedung DPR, Senin (19/5/2026).

Dia membeberkan Bank Indonesia telah all out dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Selain,  itu BI optimis rupiah pada tahun ini masih dapat mencapai rata-rata yang telah ditargetkan di level Rp 16.500 bersama rentang Rp 16.200 sampai bersama Rp 16.800.

“Bank Indonesia akan terus menjalankan tujuh langkah strategis dalam langkah memperbuat nilai tukar dan tentunya kita akan senantiasa mencermati kondisi, terutama di global,” katanya.

Dia mengimbuhkan bahwa pelemahan rupiah  didikarenakankan oleh tekanan global yang masih tinggi. Hal itu terjadi di seluruh mata uang Asia lainnya.

“Kemudian bersama seiring persepsi inflasi global itu terus meningkat, yield US Treasury juga cenderung naik, pada hari ini di angka 4,6-4,7 dan tentunya ini juga menyerahkan tekanan kepada nilai tukar di seluruh negara. Jadi bila kita menyaksikan per Mei ini sejumlah sekali negara yang melemah terhadap Dolar AS,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *