Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Bank Indonesia (BI) dan Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan hasil mengenai rapat sinergi kebijakan fiskal dan moneter.

Dalam pertemuan ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengakui pembahasan ini agak alot dalam membicarakan kebijakan fiskal dan moneter bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

“Karena  tadi memang ada alot kita diskusinya lantaran tadi membahas sejumlah hal, ini kering tempenya kok agak kurang asin ya gitu loh Jadi tadi ada sedikit sejumlah hal kita bicarakan. Tapi intinya tujuan dari pertemuan dari Bapak Menteri Keuangan bersama kami, pertemuan bersama Bank Indonesia Sebenernya ini hal yang biasa, kita juga tim dulu punya high level meeting,” ujarnya di Gedung Bank Indonesia, Kamis (24/9/2026).

Menurut dia, kerja sama yang baik antara empat lembaga yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) amat dibutuhkan demi menjaga stabilitas sistem keuangan.

“Sebagai koordinator di Keaparatur negara kementerianan Keuangan dan kita yang sama-sama dalam komunitas stabilitas sistem keuangan, tentunya kerja sama yang baik amat dibutuhkan. Siapa pun yang memimpin empat lembaga yang memang sebagai anggota KSSK, sinergi dan kolaborasi empat lembaga ini menjadi penting,” kata Destry.

Dia menyebutkan ada lima topik yang dibahas dalam pertemuan ini. Hal ini demi memperkuat koordinasi bersama pihak pemerintah, khususnya Keaparatur negara kementerianan Keuangan.

“Memang kita dalam sinergi ini akan memakai pendekatan lima pilar. Sama sebenarnya bagaikan yang disampaikan oleh Pak Menteri, namun kami coba makin spesifik,” imbuj Destry.

Pilar pertama berkaitan bersama upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi instrumen kebijakan fiskal dan momentum yang tersedia.  Kedua merupakan memperkuat ketahanan sektor eksternal di tengah dinamika global, baik dari sisi perdagangan internasional maupun aliran modal asing.

“Untuk mendorong masuknya aliran modal asing, ini kita coba sinergikan, termasuk kebijakan kita terkait insentif yang kita berikan demi biaya hedging untuk dana asing yang masuk ke pasar domestik kita,” beber Destry.

Pilar ketiga berkaitan bersama penguatan likuiditas dan percepatan perputaran likuiditas di pasar uang, sektor perbankan, dan perekonomian.

Dalam konteks tersebut, Destry menyebut adanya perhatian terhadap tingginya suku bunga deposito yang dapat mendorong peningkatan biaya dana atau cost of fund perbankan. 

Pilar keempat menyangkut pengendalian inflasi melalui optimalisasi peran Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPIP dan TPID). Sedangkan, pilar kelima merupakan koordinasi dalam rangka pendalaman pasar keuangan. Langkah tersebut ditujukan demi mengonfirmasi transmisi kebijakan berjalan makin lancar sekaligus memperluas sumber pendanaan untuk perekonomian.

“Jadi intinya yang lima pokok kami sampaikan dan ternyata disambut baik juga, sesuai bersama apa yang menjadi concern juga dari Menteri Keuangan,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *