Ternyata, 64 Persen Pelaku UMKM Indonesia adalah Perempuan

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti menyebut, wanita memiliki peran besar dalam menopang perekonomian Indonesia melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia membeberkan, 64,5 persen tersangka UMKM di Indonesia merupakan wanita. Menurut Roro, besarnya keterlibatan wanita dalam UMKM menjadi salah satu potensi yang perlu diperkuat, terutama di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat.

“Kembali lagi, mengingat bila kita berkaca terhadap apa yang terjadi saat pandemi, salah satu sektor yang menciptakan kita tetap bertahan merupakan UMKM sebetulnya. Dan UMKM ini berkontribusi kurang makin 60% terhadap PDB kita. Dan yang makin menarik lagi, ternyata tersangka usaha UMKM itu 64,5 persen merupakan wanita,” kata Roro di Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Ia menyebutkan, fakta tersebut memperlihatkan pentingnya pemanfaatan teknologi demi menolong tersangka UMKM memperluas pasar dan memperkenalkan produk mereka.

“Maka oleh lantaran itu, bersama fakta-fakta bagaikan ini, bagaimana kita memanfaatkannya. Dan kembali lagi, bagaimana teknologi itu hadir demi menjadi jembatan kepada para tersangka usaha, masyarakat sekitar yang memang ingin berdagang agar produknya dapat semakin dikenal,” ujarnya.

Roro menilai, teknologi tidak cuma berfungsi sebagai sarana perdagangan, namun juga dapat digunakan demi membangun cerita mengenai produk Indonesia.

Menurutnya, kemampuan menceritakan produk melalui teknologi dapat menjadi untukan dari diplomasi perdagangan.

“Jadi di dalamnya merupakan teknologi menjadi sebuah alat (tool) demi menceritakan sesuatu, menceritakan tentang produknya. Ini dapat menjadi untukan dari diplomasi sebetulnya. Bagaimana kita dapat sekaligus menceritakan bahwa ini merupakan produk kebanggaan Indonesia,” kata dia.

Ia mencontohkan produk kopi Indonesia yang telah dikenal di pasar internasional. Namun, menurut Roro, identitas Indonesia masih masih belum senantiasa terlihat ketika produk tersebut dipasarkan di luar negeri.

“Kalau saya keliling ke sejumlah negara, salah satu ekspor unggulan kita kan kopi. Nah, kopi itu biasanya bila kopi dari Indonesia tertulisnya kopi Java, terus Kalimantan, terus Sumatera. Jarang sekali ketika kopi itu lalu ada tulisan ‘Indonesia’ di dalamnya,” tuturnya.

Karena itu, Roro mendorong pemanfaatan teknologi demi memperkuat identitas produk Indonesia sekaligus memperluas akses pasar untuk tersangka UMKM, termasuk wanita.

“Nah, ini kan hal-hal atau langkah-langkah tertentu yang wajib kita tempuh sebetulnya. Untuk bagaimana caranya ketika masyarakat sekitar dunia itu menyaksikan kopi dari sejumlah provinsi itu, mereka langsung berpikir tentang Indonesia. Nah, itu kan ada storytelling yang wajib kita lakukan,” ucapnya.

Selain memperluas pasar, Roro menekankan pentingnya mengonfirmasi perkembangan teknologi tidak memperlebar kesenjangan. Pemerintah, kata dia, perlu menghadirkan pelatihan dan pendampingan agar masyarakat sekitar dapat mengikuti perubahan teknologi.

“Lalu lalu, kita juga wajib dapat memanfaatkannya demi lalu mengonfirmasi kesenjangan yang tadi disampaikan itu dapat semakin kecil. Melalui pelatihan-pelatihan yang kita dapat tawarkan,” jelasnya.

Roro mengimbuhkan, penguatan ekonomi tidak dapat cuma mengandalkan satu kelompok. Menurutnya, wanita dan pria perlu bekerja sama demi memanfaatkan bonus demografi dan mendukung target Indonesia Emas 2045.

“Karena pada prinsipnya, mau pria, mau wanita, kembali lagi, kita seluruh mempunyai kemampuan. Sebagai sebuah negara bersama bonus demografi yang di dalamnya merupakan wanita dan pria, kita wajib bekerja,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *