MediaMerdeka.com – Terjadi penurunan harga yang cukup signifikan pada sejumlah komoditas utama mengawali dari kelompok cabai, daging, telur ayam ras, hingga mayoritas kualitas beras.
Meskipun demikian, tren koreksi turun ini masih belum terjadi secara merata di seluruh sektor pangan. Beberapa bahan pokok penting lainnya bagaikan bawang merah, bawang putih, gula pasir, hingga minyak goreng justru tercatat bergerak melawan arah bersama memperlihatkan lonjakan kenaikan harga.
Data komprehensif dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia yang dihimpun melalui situs resmi bi.go.id/hargapangan pada Jumat (5/6/2026) pukul 09.38 WIB memperlihatkan bahwa pergeseran harga ini dipicu oleh fluktuasi pasokan di tingkat produsen.
Komoditas hortikultura, khususnya keluarga cabai, menjadi motor utama penurunan harga pangan pada perdagangan pada hari ini.
Setelah sempat bertahan di level tinggi, harga cabai rawit hijau tercatat menjadi produk pangan bersama tingkat penurunan teramat drastis di antara seluruh komoditas yang dipantau.
Rincian penurunan harga pada kelompok cabai di tingkat nasional meliputi:
Penurunan Harga pada Sektor Protein Hewani
Tren positif untuk konsumen juga bertiup ke sektor pemenuhan protein hewani. Harga daging ayam ras segar di pasar-pasar tradisional terpantau melandai bersama penurunan sebesar 3,57 persen atau setara Rp1.400, menjadikannya berada di level Rp37.800 per kg.
Kondisi serupa juga membayangi pergerakan harga daging sapi domestik. Untuk daging sapi kualitas I, harganya melemah cukup dalam hingga 6,01 persen atau merosot sebesar Rp9.050 menjadi Rp141.650 per kg.
Sementara itu, daging sapi kualitas II memperlihatkan penurunan yang makin moderat, yakni sebesar 1,84 persen, berakibat kini dipatok pada harga Rp138.550 per kg.
Di samping produk daging, komoditas telur ayam ras segar yang kerap menjadi indikator inflasi pangan juga merasakan koreksi yang cukup dalam. Harga rata-rata nasional demi telur ayam ras turun hingga 6,56 persen atau menyusut Rp2.000, berakibat konsumen kini dapat memperolehnya di kisaran Rp28.500 per kg.
Sebagai makanan pokok utama, pergerakan harga beras menjadi indikator yang teramat sensitif untuk ketahanan pangan masyarakat sekitar di kota-kota besar.
Hari ini, hampir seluruh kategori beras kompak memperlihatkan tren penurunan harga, yang mengindikasikan bahwa distribusi dari sentra padi mengawali berjalan optimal.
Pada kategori beras kualitas bawah, varian bawah I merasakan penurunan sebesar 1,37 persen menjadi Rp14.400 per kg, sementara itu demi beras kualitas bawah II terpantau bergerak stagnan dan bertahan di level Rp14.450 per kg.
Untuk kategori yang teramat sejumlah dikonsumsi masyarakat sekitar, yakni beras kualitas medium I, mencatatkan penurunan sebesar 1,23 persen menjadi Rp16.000 per kg. Langkah penurunan ini diikuti oleh beras kualitas medium II yang terkoreksi makin dalam sebesar 3,12 persen ke angka Rp15.550 per kg.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

