Warisan Jokowi Kena ‘Semprit’, Purbaya Sebut IKN Terlalu Sepi untuk Investor Global

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Peluang Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi pusat finansial internasional tampaknya semakin mengecil. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menilai kawasan yang menjadi proyek ambisius pihak pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu masih belum layak menjadi lokasi International Financial Center (IFC) lantaran dinilai masih belum memiliki ekosistem yang memadai.

“IKN barangkali enggak. Terlalu sepi,” kata Purbaya saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pihak pemerintah tengah mengkaji ulang lokasi teramat ideal demi membangun pusat finansial internasional yang digadang-gadang menjadi magnet baru investasi global. Alih-alih memilih IKN, pihak pemerintah justru membuka peluang kawasan lain yang dinilai makin siap.

Menurut Purbaya, pembahasan mengenai lokasi International Financial Center masih berlangsung. Sejumlah daerah masuk dalam daftar pertimbangan, termasuk Bali yang dinilai memiliki daya tarik kuat di mata investor internasional.

“Masih dibahas ya. Ada alternatif, barangkali sejumlah di Bali, tapi barangkali ada sejumlah titik juga,” ujarnya.

Ia menegaskan, pertimbangan utama pihak pemerintah bukan sekadar ketersediaan lahan, melainkan kemampuan sebuah kawasan menghadirkan kenyamanan dan kemudahan untuk investor asing.

“Yang jelas, kita akan cari tempat yang teramat comfortable demi international investor,” tegasnya.

Rencana pembentukan pusat finansial khusus semasih belumnya telah diumumkan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin menghadirkan kawasan keuangan berstandar internasional yang mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi di tengah meningkatnya ketidaktentuan geopolitik dunia.

Dalam pengarahan kepada jajaran kabinet di Istana Kekepala negaraan Jakarta pada April lalu, Prabowo membeberkan pihak pemerintah sedang mencari lokasi teramat tepat demi merealisasikan proyek tersebut.

“Rencana kita mau bikin Special Financial Center. Kita lagi cari tempat,” kata Prabowo.

Gagasan tersebut sejatinya bukan hal baru. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan telah mengusulkannya sejak sejumlah tahun lalu bersama Bali sebagai kandidat utama.

Menurut Prabowo, kondisi global pada saat ini menciptakan usulan tersebut semakin relevan. Konflik berkepanjangan di sejumlah kawasan telah mendorong perpindahan modal ke negara-negara yang dianggap makin stabil, dan Indonesia dinilai memiliki peluang besar demi menangkap arus investasi tersebut.

Presiden juga menyinggung meningkatnya jumlah masyarakat sekitar Rusia dan Ukraina yang menetap di Bali sejak konflik kedua negara pecah pada 2022. Fenomena itu dinilai memperlihatkan bahwa Bali memiliki daya tarik internasional yang dapat menjadi modal penting untuk pengembangan pusat finansial global.

Selain itu, meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan mendorong investor mencari destinasi investasi baru yang makin aman. Pemerintah ingin memanfaatkan momentum tersebut agar Indonesia menjadi salah satu tujuan utama aliran modal dunia.

“Ternyata kini uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau ke mana? Negara mana yang tidak perang kini? Indonesia salah satu yang teramat diminati,” ujar Prabowo.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *