Yield SBN Naik hingga 7,14 Persen, Purbaya Salahkan Konflik Timur Tengah

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan alasan kenaikan imbal hasil (yield) surat berharga negara (SBN) sejumlah waktu belakangan.

Menkeu Purbaya memaparkan bila yield SBN seri benchmark 10 tahun meningkat 31 basis poin (bps) secara secara quarter-to-quarter (QtQ) menjadi 7,14 persen pada akhir triwulan II 2026.

Menurutnya, kenaikan ini terjadi lantaran adanya perang Iran vs Amerika Serikat yang terjadi sejak Februari 2026 lalu.

“Kenaikan yield dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global berakibat memicu risk-off investor di pasar SBN,” katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Sementara itu, investor non residen alias investor asing masih mencatatkan pembelian bersih (net buy) di pasar SBN sebesar Rp 32,09 triliun selama triwulan II 2026, atau Rp6,99 triliun secara year-to-date. 

Menkeu Purbaya menyebut, investor non residen masih mencatatkan net buy Rp 6,36 triliun secara month-to-date (MtD) atau Rp13,35 triliun secara year-to-date (YtD) per 30 Juni 2026.

“Dengan yield SBN 10 tahun naik 15 basis poin secara MTD atau 122 basis poin secara YTD menjadi 7,29 persen,” lanjutnya.

Lebih lanjut Purbaya menerangkan, kenaikan yield obligasi Pemerintah juga dialami sejumlah negara berkembang lantaran ketidaktentuan pasar keuangan global akibat konflik AS-Iran dan kenaikan harga minyak mentah dunia.

“Sejak awal tahun, yield obligasi 10 tahun naik 524 basis poin di Turki, 148 basis poin di Filipina, 106 basis poin di Brasil, 92 basis poin di Korea Selatan, 59 basis poin di Polandia, dan 55 basis poin di Afrika Selatan,” jelas Purbaya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *