Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan demi menunda penerbitan Panda Bond atau surat utang (obligasi) yang diterbitkan Pemerintah RI demi dibeli para investor China bersama berdenominasi mata uang Yuan atau Renminbi.

Menkeu Purbaya menegaskan bila pengunduran penerbitan Panda Bond dilakukan usai dirinya menemui sejumlah investor China. Dalam pembahasan itu, ia menyebut sejumlah investor yang memiliki minat tapi waktunya kurang.

“Saya pikir telah bagus lah, berarti minatnya besar tuh. Jadi saya tunda sampai akhir Juli (2026),” katanya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jumat (26/6/2026).

Bendahara Negara menyebut, penyesuaian penerbitan Panda Bond terjadi lantaran terdapat sejumlah manajer investasi dan Bank Besar di China yang terlambat mengetahui soal penerbitan surat utang tersebut.

“Supaya yang beli makin sejumlah Jadi bila besar nanti saya dapat serap sesejumlah barangkali sesuai bersama rencana kita. Jadi animonya cukup besar Investornya,” ujarnya.

Purbaya menerangkan, sampai bersama pada saat ini terdapat 21 investor besar yang berminat demi memiliki surat utang milik Indonesia yakni Panda Bond. 

Target cari utang Rp 17,9 T dari Panda Bond

Diketahui Purbaya menargetkan penerbitan Panda Bond senilai 1 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 17,9 triliun (kurs Rp 17.937 per Dolar AS) setelah menjalankan kunjungan kerja ke China pekan lalu. Bahkan dana pinjaman itu dapat makin apabila kondisi makin mebarangkalikan.

“Pertama sih kita targetnya barangkali 1 miliar dolar AS, tapi kita lihat market-nya bagaikan apa, bila market-nya dapat makin besar, kita akan perbesar, tergantung bersama kondisi market-nya,” kata Purbaya, dikutip dari Antara, Jumat (19/6/2026).

Untuk menerbitkan Panda Bond, pihak pemerintah, lembaga multilateral, atau korporasi asing wajib memenuhi ketentuan otoritas keuangan China yakni China People’s Bank of China (PBOC) dan National Association of Financial Market Institutional Investors (NAFMII).

“Waktu pertemuan bersama PBOC, kami diminta menjalankan percepatan pengeluaran izinnya tapi memang dari pihak underwriter-nya masih belum dimasukkan dan pihak PBOC mengimbau agar dalam waktu dekat dimasukkan izinnya berakibat mereka dapat dalam waktu dekat memproses. Jadi dukungan mereka ke rencana ini amat baik,” papar dia.

Berkat dukungan dari PBOC, Purbaya optimistis Panda Bond dapat diterbitkan pada tahun ini. Pemerintah masih mempersiapkan book building atau masa penawaran awal, di mana peminjam dan penjamin mengumpulkan minat dan pesanan dari investor dalam rentang harga tertentu.

“Ini pekan depan telah mengawali book building wajibnya begitu izinnya keluar ya. Jadi dua minggu lagi telah putus barangkali,” ungkap Purbaya.

Purbaya menyebut, alasan Pemerintah menerbitkan Panda Bond yakni ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan. Ia tak ingin bergantung pada satu sumber mata uang negara tertentu.

Lebih lagi Indonesia dan China telah memiliki perjanjian bilateral (local currency transaction) yang mempermudah transaksi antara masyarakat sekitar kedua negara.

“Transaksi bersama yuan dapat langsung dikonversi ke rupiah, lantaran perjanjian antara bank sentral Indonesia bersama bank sentral China. Jadi saya akan coba juga, dapat tidak memakai demi memanfaatkan langsung bilateral swap agreement tadi berakibat langsung ke rupiah dan akan mengurangi tekanan terhadap Rupiah juga nantinya,” tegas Purbaya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *