Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Operasi penangkapan seorang bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, berujung tragedi. Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur, sementara dua personel lainnya masih dalam pencarian setelah diduga diserang sekelompok masyarakat sekitar saat proses penggerebekan berlangsung.

“Benar ada kejadian itu dan pada saat ini kami masih fokus menjalankan pencarian terhadap dua anggota yang masih belum ditemukan,” kata Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono,  Kamis (2/7/2026).

Insiden bermula setelah Satresnarkoba Polres Katingan menyambut baik informasi masyarakat sekitar pada Rabu (1/7/2026) terkait dugaan maraknya peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang pria berinisial BIO yang disebut merupakan residivis kasus narkotika.

Sesejumlah 12 personel yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba lalu diberangkatkan menuju lokasi. Setibanya di desa sekitar pukul 00.30 WIB, tim diuntuk menjadi dua kelompok. Satu tim bergerak ke rumah target demi menjalankan penangkapan, sementara tim lainnya bersiaga di sekitar SMP setempat.

Saat petugas memperkenalkan diri dan mengamankan terduga tersangka, situasi mendadak memanas.

“Pada saat salah satu tersangka telah diamankan, tiba-tiba keluarga tersangka menyerang anggota memakai parang. Anggota di lapangan lalu menjalankan tindakan tegas dan terukur berakibat satu orang dari pihak keluarga terduga tersangka meninggal dunia,” katanya.

Seorang pria disebut menyerang anggota memakai parang dari arah dapur. Serangan itu sukses dihindari, namun dua pria lainnya lalu muncul sambil mengayunkan parang ke arah Kasat Resnarkoba.

Petugas sempat melepaskan tembakan peringatan. Namun, lantaran serangan terus berlanjut dan dinilai mengancam keselamatan anggota, pihak kepolisian melepaskan tembakan pelumpuh hingga salah seorang penyerang roboh di depan rumah.

Kondisi itu memicu kepanikan di lokasi. Tangisan keluarga penyerang mengundang kedatangan masyarakat sekitar yang lalu disebut mengangkut parang, balok kayu, hingga senjata api rakitan demi mengejar personel kepihak kepolisianan.

Terdesak oleh jumlah massa, seuntukan anggota pihak kepolisian menyelamatkan diri bersama melompat ke sungai dan bertahan di sebuah pulau kecil di tengah aliran sungai. Kasat Resnarkoba juga dilaporkan ikut terjun ke sungai demi menghindari amukan massa.

Di tengah situasi tersebut, tim mengimbau bantuan ke Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah. Sementara tim kedua yang berupaya mencari pertolongan juga sempat mendapat pengejaran dan penghadangan dari sejumlah orang bersenjata semasih belum akhirnya sukses mencapai Polsek Katingan Tengah.

Saat berusaha menyelamatkan diri bersama berenang, tiga anggota dilaporkan kelelahan. Menurut laporan, mereka sempat berkata, “Saya menyerah,” semasih belum kembali ke tepian sungai yang telah dipenuhi masyarakat sekitar.

Hingga proses evakuasi berakhir dilakukan, sembilan anggota sukses diselamatkan. Namun, Aipda Yudhi Perdana Putra ditemukan meninggal dunia di sebuah lanting. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana hingga kini masih masih belum ditemukan.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengonfirmasi akan menyerahkan dukungan penuh dalam penanganan kasus tersebut, termasuk pencarian dua anggota yang masih hilang.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menegaskan pihaknya akan mendukung penuh jajaran di lapangan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *