Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Platform e-commerce raksasa, Tokopedia, dilaporkan tengah menjalankan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran terhadap para pegawainya.

Induk usaha TikTok, ByteDance, dilaporkan telah memangkas jumlah pegawai di sejumlah divisi tertentu hingga mencapai kisaran 90 persen.

Sebagai informasi, TikTok merupakan pemegang saham mayoritas Tokopedia setelah merampungkan akuisisi 75 persen saham korporasi lokal tersebut pada akhir tahun 2023 lalu.

Langkah efisiensi kali ini dilaporkan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah operasional korporasi.

Estimasi Jumlah Karyawan Terdampak

Akibat serangkaian perampingan dan integrasi operasional yang berjalan pasca-akuisisi, jumlah pegawai Tokopedia kini diperkirakan menyusut drastis dan menyisakan sekitar 10 persen saja dari total basis tenaga kerja semasih belum efisiensi terbaru dilakukan, yang berada di angka kisaran 2.500 orang.

Jika mengacu pada kalkulasi proporsi tersebut, diperkirakan ada sekitar 2.250 orang pegawai yang terdampak oleh kebijakan efisiensi ini. Meskipun hal ini masih belum dijelaskan secara rinci oleh manajemen dan ini cuma perkiraan belaka.

Penyusutan jumlah pekerja di tubuh emiten teknologi ini sejatinya telah berlangsung secara bertahap sejak sejumlah tahun terakhir melalui sejumlah fase penting:

  1. Semasih belum resmi bergabung dan diintegrasikan bersama TikTok Shop, Tokopedia mencatatkan jumlah pegawai—yang akrab disapa Nakama—mencapai puncaknya di angka 7.409 orang.
  2. Gelombang Pertama (Pertengahan 2024): Setahun pasca-akuisisi, korporasi menjalankan penyesuaian tim pertama yang berdampak pada pemangkasan 450 pegawai (sekitar 9 persen dari total tenaga kerja) demi menyelaraskan proses integrasi sistem.
  3. Restrukturisasi masif meluas ke lini riset dan pengembangan, menyisakan sekitar 250 pekerja dari sisa 2.500 staf, di mana divisi teknologi menjadi sektor yang teramat terdampak.

Pihak TikTok tidak menampik adanya kebijakan restrukturisasi tersebut. Melalui juru bicaranya, manajemen mengonfirmasi bahwa korporasi pada saat ini tengah menjalankan penataan ulang pada organisasi riset dan pengembangan (research and development/R&D).

Kendati demikian, korporasi menepis menyerahkan rincian angka tentu mengenai jumlah pekerja yang dirumahkan.

“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan untuk bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” ujar Juru Bicara TikTok dalam keterangan resminya, Jumat (3/7/2026).

Pihak manajemen mengimbuhkan bahwa keputusan ini murni didasari atas pertimbangan strategi bisnis jangka panjang dan bukan merupakan langkah yang mudah diambil. Pihak aplikator mengonfirmasi akan memprioritaskan pemberian hak asasi serta dukungan penuh kepada para Nakama yang terdampak selama proses transisi pemutusan kerja berlangsung.

Di samping langkah perampingan internal ini, TikTok menegaskan bahwa komitmen investasi mereka demi membesarkan platform Tokopedia di pasar domestik tidak akan berubah.

Manajemen berjanji akan terus memberdayakan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal guna memperkuat ekosistem perdagangan digital di Indonesia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *