Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kuasa hukum satpam Fiktor Harefa, Wiradarma Harefa, mengungkap kliennya diduga merasakan intimidasi saat proses mediasi bersama penumpang mobil Toyota Alphard yang semasih belumnya melanggar lampu merah penyeberangan orang di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Fiktor mengaku diancam akan dipecat dari pekerjaannya hingga dipaksa menjalankan tindakan yang dianggap merendahkan.

Menurut Wiradarma, intimidasi itu terjadi di dalam Pos Polisi Thamrin saat proses mediasi berlangsung. Kliennya mengaku mendapat kata-kata kasar dan diminta menjalankan push up.

“Di dalam pos itu dikata-katain, terus disuruh push up. Tapi kan dia tidak menjalankan push up, lantaran dia bilang dari pagi dia masih belum makan,” kata Wira saat dikonfirmasi, Jumat (24/7/2026).

Karena tidak mampu menjalankan push up, Fiktor lalu diminta berbaring di lantai dan menggerakkan kedua kakinya bagaikan sedang mengayuh sepeda.

“Tapi dia disuruh demi tiduran di lantai dan memperagakan gerakan bagaikan seolah-olah mau naik sepeda terbalik gitu lho, kakinya di atas,” ujarnya.

Wira juga menyebut salah seorang penumpang mobil mengaku sebagai anggota dan sempat memperlihatkan kartu tanda anggota (KTA). Namun, kata dia, Fiktor tidak dapat mengonfirmasi identitas kartu tersebut lantaran cuma ditempelkan di dahinya.

“Ditempelin dekat jidatnya dia nggak dapat baca. Apakah itu kartu apa, dia nggak dapat mengonfirmasi apakah itu anggota atau tidak,” jelas Wira.

Tak berhenti di situ, Fiktor juga disebut diancam akan dilaporkan ke tempatnya bekerja agar diberhentikan sebagai petugas keamanan.

Menurut Wira, kondisi tersebut menciptakan kliennya berada dalam tekanan hebat saat proses mediasi. Karena takut kehilangan pekerjaan, Fiktor akhirnya mengikuti keinginan pihak lawan hingga bersedia berdamai.

“Kalau yang pada hari semasih belumnya dibilang itu damai lantaran dia di dalam posisi tertekan, akhirnya dia ya telah lantaran dia ketakutan,” jelas Wira.

Ia mengimbuhkan, rasa takut itulah yang menciptakan Fiktor sampai bersujud di hadapan para penumpang Alphard dan menyalami mereka.

“Akhirnya dia (Fiktor) sujud-sujud ke hadapan orang-orang itu, dan dia salamin sama orang-orang itu. Nah, itu yang dianggap bahwa itu udah damai. Padahal kan itu bukan damai yang sebenarnya, lantaran dia ketakutan aja itu,” bebernya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *