Perry Warjiyo yang Senasib dengan Sri Mulyani dan Mahendra Siregar

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pasar keuangan Indonesia kembali menyikapi ujian besar. Setelah sempat diguncang pergantian mendadak Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 2025 dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar sejumlah bulan lalu, kini giliran kabar pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas kebijakan ekonomi nasional.

Pengunduran diri Perry yang diumumkan pada Senin (27/7), sejumlah saat semasih belum pembukaan perdagangan, langsung memicu gejolak di pasar. Rupiah sempat melemah 0,14% ke level Rp17.960 per dolar Amerika Serikat, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi 0,68% semasih belum akhirnya berbalik menguat sekitar 0,26% pada sesi pagi.

Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah menyambut baik surat pengunduran diri Perry Warjiyo. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut pengunduran diri tersebut dilakukan lantaran alasan pribadi, tanpa menerangkan makin lanjut penyebabnya.

Untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan bank sentral, Presiden menunjuk Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia hingga kepala daerah definitif ditetapkan.

Bagi tersangka pasar, pengunduran diri Perry bukan sekadar pergantian aparatur negara. Sosok Perry selama ini dipandang sebagai salah satu pilar utama yang menjaga kredibilitas kebijakan moneter Indonesia, terutama di tengah tekanan global yang menciptakan rupiah sejumlah kali menyentuh level terlemah sepanjang sejarah pada Juni lalu.

Analis ASEAN Aletheia Capital, Angus Mackintosh, menyebutkan rekam jejak Perry menjadi salah satu alasan investor tetap percaya terhadap arah kebijakan Bank Indonesia.

“Perry Warjiyo memiliki rekam jejak yang baik dan dianggap sebagai figur yang menyerahkan ketentuan untuk pasar. Kini perhatian investor tertuju pada siapa yang akan menjadi penggantinya,” ujarnya menukil Reuters.

Menurut Angus, kekhawatiran terbesar investor pada saat ini bukan semata pergantian kepala daerah, melainkan apakah independensi Bank Indonesia tetap dipertahankan.

Ia menilai pasar akan mencermati siapa sosok yang dipilih pihak pemerintah. Jika figur yang ditunjuk dianggap terlalu dekat bersama kepentingan politik, hal itu berpotensi memicu kekhawatiran baru mengenai arah kebijakan moneter Indonesia.

Senasib bersama Sri Mulyani

Peristiwa ini mengingatkan tersangka pasar pada gejolak yang terjadi tahun lalu ketika Sri Mulyani Indrawati tiba-tiba meninggalkan kursi Menteri Keuangan. Saat itu, pasar juga merespons negatif lantaran Sri Mulyani dinilai sebagai simbol disiplin fiskal dan kredibilitas pengelolaan keuangan negara. Selain itu Mahendra Siregar juga mengundurkan diri sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat, 30 Januari 2026. Pengunduran diri ini dilakukan bersama sejumlah aparatur negara tinggi OJK lainnya saat IHSG anjlok.

Kini, Perry Warjiyo berada dalam posisi yang hampir serupa. Selama dua periode memimpin BI sejak 2018, ia dikenal konsisten menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, serta berupaya mempertahankan kepercayaan investor di tengah tekanan eksternal.

Bagi investor, pergantian mendadak terhadap figur yang menjadi simbol stabilitas kerap kali makin berdampak dibanding perubahan kebijakan itu sendiri. Ketidaktentuan mengenai arah kepemimpinan baru biasanya menjadi faktor yang teramat memengaruhi sentimen pasar.

Pengunduran diri Perry terjadi di tengah tantangan yang tidak ringan untuk Bank Indonesia. Selain menyikapi tekanan nilai tukar, bank sentral juga berada di bawah sorotan setelah revisi aturan yang memperluas perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memberi kewenangan makin besar kepada DPR demi menyerahkan rekomendasi yang bersifat mengikat kepada regulator keuangan, termasuk BI.

Perubahan tersebut sempat memunculkan pertanyaan mengenai independensi bank sentral, yang selama ini menjadi salah satu fondasi utama kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *