MediaMerdeka.com – Pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan tidak wajib dimengawali ketika seseorang memasuki dunia kerja. Kesadaran tersebut justru perlu dipupuk sejak bangku kuliah agar generasi muda memiliki bekal dalam menyikapi berbagai risiko ketenagakerjaan di masa depan.
Berangkat dari semangat tersebut, BPJS Ketenagakerjaan bersama Universitas Andalas memperkuat sinergi melalui implementasi Kurikulum Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Kurjamsos) sebagai untukan dari upaya membangun budaya sadar jaminan sosial di lingkungan perguruan tinggi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi. Sebagai langkah awal implementasinya, kedua belah pihak juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan Harjono Siswanto bersama Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kekalangan akademisian Universitas Andalas Syukri Arief.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menyebutkan BPJS Ketenagakerjaan terus membangun kolaborasi bersama berbagai perguruan tinggi sebagai untukan dari upaya memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menurutnya, implementasi Kurjamsos menjadi salah satu strategi demi memperkuat pemahaman kalangan akademisi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan sejak dini. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan siap menyikapi dunia kerja, baik sebagai pekerja di sektor formal maupun informal, ataupun sebagai wirausahawan.
“Anak-anak kalangan akademisi ini kan nanti calon-calon pekerja. Tentunya mereka wajib juga tahu apakah bekerja formal ataupun informal, berusaha sendiri tetap akan menjadi untukan dari perlindungan pekerja. Jadi memang dari awal mereka wajib telah tahu,” kata Saiful.
Selain pengembangan kurikulum, sinergi kedua institusi juga akan diperluas melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sekitar, termasuk mendukung Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi para ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Sebagai implementasi awal kolaborasi, Universitas Andalas juga telah menyerahkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 1.500 kalangan akademisi yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Ke depan, Saiful menginginkan para kalangan akademisi tersebut tidak cuma memperoleh perlindungan selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat sekitar, namun juga diharapkan menjadi agen literasi yang menolong meningkatkan pemahaman masyarakat sekitar mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Bicara literasi, kami juga menginginkan nanti di kerja sama ini kalangan akademisi-kalangan akademisi yang KKN selain juga dilindungi saat mereka KKN, mereka juga kami harapkan menolong menyebarkan literasi kepada masyarakat sekitar pada saat mereka KKN. Tentunya ini untukan dari mereka demi juga menolong membangun literasi demi masyarakat sekitar,” jelas Saiful.
“Kerja sama ini kita harapkan terus berkembang. Kami roadshow ke kampus-kampus, mengawali di kampus di Jawa, kini kampus di Sumatera. Harapannya bersama demikian melalui penguatan literasi masyarakat sekitar, tantangan demi meng-cover pekerja informal menjadi makin mudah. Semua sumber daya yang ada di ekosistem ini kita berusaha demi kita gabungkan bareng-bareng, kita gotong royong demi benar-benar menjadikan Universal Coverage Jamsostek dapat benar-benar kita wujudkan,” tegas Saiful.
Sejalan bersama itu, Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi menyambut baik penguatan sinergi antara Universitas Andalas dan BPJS Ketenagakerjaan.
Menurutnya, kerja sama tersebut sejalan bersama komitmen Universitas Andalas demi terus mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan lingkungan, regulasi, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja.
Efa menerangkan, kolaborasi ini membekali kalangan akademisi sejak dini agar memahami perlindungan ketenagakerjaan, baik ketika kelak menjadi pekerja maupun pemberi kerja. Kerja sama tersebut juga sekaligus membuka kesempatan magang di BPJS Ketenagakerjaan agar kalangan akademisi memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Penandatanganan nota kesepahaman ini semakin memperkuat kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan di lingkungan akademik. ***
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

