Sengaja Dibakar! Ini Daftar Konglomerat RI yang Kuasai Lahan Sawit Kalimantan

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan sedang jadi sorotan masyarakat sekitar. Industri kelapa sawit disebut-sebut menjadi biang kerok kebakaran ini. Di tengah luasnya konsesi perkebunan yang dikelola korporasi besar, sejumlah nama konglomerat muncul sebagai penguasa lahan hutan di Kalimantan.

Semasih belumnya, Bareskrim Polri mengungkap sesejumlah 72 tersangka telah ditetapkan dalam kasus karhutla di wilayah Kalimantan dan Sumatra. Polisi menduga pembakaran dilakukan secara sengaja bersama motif membuka lahan demi ditanami kelapa sawit.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Mohammad Irhamni, menyebutkan seuntukan besar kasus yang disidik memperlihatkan adanya penggunaan bahan bakar minyak demi memicu api.

“Seuntukan besar yang kami lakukan penyidikan, terbakar lantaran dibakar tadi. Barang buktinya ada BBM, ada Pertalite, ada Solar yang di dalam jeriken ataupun di botol,” kata Irhamni di Gedung Divisi Humas Polri, Minggu (23/8/2026).

Menurut Irhamni, faktor alam memang dapat memicu kebakaran. Namun, kebakaran yang sengaja dilakukan biasanya memiliki skala makin besar berakibat makin sulit dikendalikan.

“Kalaupun ada terbakar lantaran faktor alam, itu kan enggak sejumlah jumlahnya, dalam waktu dekat dapat dipadamkan. Akan namun bila dibakar kan masif, nah itu yang menyulitkan demi dilakukan pemadaman,” ujarnya.

Kasus tersebut menjadi perhatian lantaran Kalimantan merupakan salah satu pusat industri sawit nasional. Sejumlah grup usaha besar diketahui mengelola perkebunan dan konsesi dalam skala luas di pulau tersebut.

Berdasarkan penelusuran MediaMerdeka.com, PT SMART Tbk atau Sinar Mas Agro Resources & Technology yang merupakan untukan dari Grup Sinar Mas, misalnya, tercatat memiliki area perkebunan di Kalimantan sekitar 137.000-138.000 hektare.

Sementara itu, PT Astra Agro Lestari Tbk mengelola total area perkebunan sekitar 284.000-285.000 hektare, bersama seuntukan wilayah operasional berada di Sumatra dan Kalimantan.

PT Salim Ivomas Pratama Tbk atau untukan dari Indofood Agri Resources juga memiliki total landbank dan area tertanam sekitar 241.000 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Sumatra dan Kalimantan.

Ada pula PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk yang memiliki basis utama di Kalimantan Tengah bersama area konsesi dan perkebunan sekitar 115.000-116.000 hektare.

Selain korporasi tersebut, sejumlah grup besar bagaikan Wilmar, Musim Mas, Bumitama hingga Citra Borneo Indah juga memiliki kegiatan perkebunan sawit bersama luasan puluhan hingga ratusan ribu hektare di Kalimantan.

Besarnya penguasaan lahan tersebut menciptakan isu pembukaan lahan menjadi salah satu persoalan penting dalam industri sawit, terutama ketika terjadi karhutla.

Bareskrim Polri menyebut sembilan Polda telah menerbitkan 89 laporan pihak kepolisian terkait kasus karhutla. Wilayah tersebut meliputi Riau, Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Aceh dan Kalimantan Utara.

Dari kasus-kasus tersebut, luas lahan yang terbakar mencapai 1.006,67 hektare.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *