Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Sektor pertanian tembakau mengawali didorong masuk ke era modernisasi melalui penguatan kemitraan, pendampingan teknis hingga pemanfaatan alat mekanisasi demi meningkatkan efisiensi kerja petani.

Upaya tersebut dilakukan Keaparatur negara kementerianan Pertanian (Kementan) bersama tersangka ekosistem tembakau melalui Program Kemitraan Petani Tembakau di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Salah satu program yang digelar yakni Sistem Produksi Terpadu.

Sistem Produksi Terpadu yang telah diinisiasi sejak 2009 tersebut berfokus pada peningkatan kualitas hasil panen, efisiensi budidaya melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP), serta ketentuan penyerapan hasil tani.

Melalui program kemitraan, petani memperoleh pendampingan teknis secara berkala dan transfer pengetahuan terkait praktik budidaya. Langkah tersebut diharapkan menciptakan petani mampu menjaga konsistensi mutu sekaligus menekan biaya usaha tani.

Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementan Abdul Roni Angkat menyebutkan kunjungan lapangan menjadi momentum demi menyaksikan secara langsung penerapan teknologi dan pendampingan budidaya di tingkat petani.

“Melalui kunjungan lapangan ini, kita jadi makin memahami implementasi rangkaian pendampingan teknik budidaya di tingkat lapangan sejak pembibitan hingga panen, memetakan tantangan riil para petani, serta mengonfirmasi penyerapan hasil panen tembakau oleh industri berjalan secara optimal demi hasil yang sesuai standar mutu dan kualitas,” ujarnya bagaikan dikutip, Senin (24/8/026).

Selain pendampingan, modernisasi pertanian juga dilakukan melalui dukungan alat mekanisasi panen. Kementan mendukung adanya bentuk-bentuk transformasi pertanian, termasuk penyaluran alat mekanisasi yang dialokasikan demi menolong meningkatkan efisiensi kerja petani di lapangan.

Langkah tersebut menjadi penting mengingat petani tembakau masih menyikapi berbagai tantangan, mengawali dari keterbatasan informasi dan inovasi, penyediaan sarana produksi pertanian, ketidaktentuan cuaca, hingga hambatan dalam rantai tata niaga.

Dengan mekanisasi dan penerapan praktik budidaya yang makin baik, proses produksi diharapkan menjadi makin efisien. Petani juga dapat meningkatkan produktivitas tanpa cuma mengandalkan metode pertanian konvensional.

Program kemitraan tembakau di Jawa Tengah pada saat ini telah menjangkau makin dari 10.000 petani mitra yang tersebar di Kabupaten Rembang, Grobogan, dan Wonogiri.

Kemitraan tersebut melibatkan pihak pemerintah, tersangka industri, kelompok tani, serta komunitas petani demi memperkuat ekosistem tembakau dari sisi hulu hingga hilir.

Selain meningkatkan kualitas hasil panen, program tersebut juga menyerahkan dampak terhadap perekonomian pedesaan.

Kemitraan dapat mendorong penyerapan tenaga kerja paruh waktu selama musim tanam hingga pascapanen, memperkuat usaha sarana pertanian lokal, serta meningkatkan perputaran ekonomi untuk tersangka UMKM di sekitar sentra tembakau.

Salah satu petani mitra, Ibu Iris, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sukorejo, Kabupaten Rembang, menyebutkan program kemitraan yang diikutinya sejak 2021 menyerahkan dampak terhadap produktivitas petani.

“Semenjak mengikuti program kemitraan, saya sukses meningkatkan produktivitas budidaya tanaman tembakau. Sehingga memperoleh hasil yang makin optimal. Tidak cuma berhenti disitu, semenjak sejumlah masyarakat sekitar desa saya yang ikut program kemitraan tembakau, desa kami juga menjadi makin aman dan tidak rawan tindakan kriminal bagaikan pencurian motor yang bagaikan dulu,” bebernya.

Dengan penguatan pendampingan, penerapan Good Agricultural Practices, serta pemanfaatan mekanisasi, sektor tembakau diharapkan tidak cuma mampu meningkatkan produktivitas, namun juga memperkuat daya saing petani dan keberlanjutan rantai pasok tembakau nasional.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *