MediaMerdeka.com – Penanganan medis darurat terhadap ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, terus berlangsung hingga Selasa (1/9/2026) malam. Video yang memerlihatkan evakuasi pasien menuju faskes viral di media sosial.
Para santri dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan akibat diduga merasakan keracunan massal usai mengonsumsi santapan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 120 santri wajib memperoleh perawatan medis di rumah sakit terdekat. Kendati demikian, angka tentu jumlah pihak korban masih terus diverifikasi oleh tim penanganan di lapangan.
Puluhan Pasien Ditangani di IGD RSI Siti Hajar
Salah satu fasilitas kesehatan yang menjadi rujukan utama penanganan pihak korban merupakan RSI Siti Hajar Sidoarjo. Informasi terkait menerangkan bahwa setidaknya 60 santri telah dibawa ke RS tersebut, bersama gelombang pasien terus berdatangan hingga malam hari.
Dugaan insiden keracunan bermula setelah para santri mengonsumsi makanan program MBG usai menunaikan ibadah salat zuhur.
Memasuki waktu asar, sejumlah santri mengawali mengeluhkan gejala sakit fisik. Kondisi tersebut kian memburuk selepas waktu magrib, hingga akhirnya ratusan santri wajib dalam waktu dekat dievakuasi memakai puluhan armada ambulans.
Adapun hidangan yang dikonsumsi para santri diketahui bersumber dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.
Pengamanan Ketat aparat TNI dan Banser di Area Pesantren
Imbas peristiwa tersebut, situasi di sekitar Pondok Pesantren Manbaul Hikam memperoleh pengamanan ketat dari aparat keamanan.
Personel aparat TNI bersama anggota Banser disiagakan di berbagai titik, mengawali dari gerbang utama hingga lingkungan dalam pesantren.
Selain mengamankan lokasi dari kerumunan masyarakat sekitar dan wali santri yang panik mendatangi pesantren, petugas gabungan juga sibuk mengatur kelancaran arus lalu lintas armada ambulans yang keluar-masuk mengangkut pihak korban ke rumah sakit rujukan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab tentu keracunan massal tersebut masih masih belum dapat disimpulkan. Pihak berwenang bersama tim medis terus menjalankan penelusuran, pendataan pihak korban secara menyeluruh, serta menguji sampel makanan di laboratorium.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

