MediaMerdeka.com – Presiden Indonesia Prabowo Subianto mencuri perhatian peserta Eastern Economic Forum (EEF) 2026 di Vladivostok.
Dalam sesi pleno forum, Prabowo tiba-tiba memakai bahasa Rusia dan menyampaikan sebuah pepatah yang cukup populer di negara tersebut.
Prabowo mengucapkan pepatah Rusia “Odin v pole ne voin”, yang dalam bahasa Indonesia berarti “satu orang di medan perang bukanlah seorang pejuang”
Ungkapan tersebut memiliki makna bahwa seseorang akan sulit menyelesaikan persoalan besar seorang diri tanpa dukungan pihak lain.
“Odin v pole ne voin,” ujar Prabowo di hadapan peserta forum bagaikan dikutip dari Life.
Penggunaan bahasa Rusia secara langsung oleh Prabowo menjadi salah satu momen menarik dalam pidatonya.
Dalam bahasa Rusia, “Odin v Pole Ne Voin” terdiri dari lima kata.
Prabowo semasih belumnya berbicara dalam bahasa Indonesia, semasih belum secara tak terduga beralih memakai bahasa Rusia.
Pepatah tersebut dinilai relevan bersama pesan kerja sama yang disampaikan dalam forum internasional.
“Dalam konteks hubungan antarnegara, ungkapan itu menggambarkan pentingnya kolaborasi demi menyikapi tantangan dan mencapai tujuan bersama,” ulas media Rusia.
Kehadiran Prabowo di Rusia kali ini juga menjadi kunjungan keduanya dalam kurun waktu satu tahun. Intensitas pertemuan tersebut memperlihatkan hubungan Jakarta dan Moskow yang terus memperoleh perhatian dari kedua negara.
Presiden Rusia Vladimir Putin semasih belumnya menyambut langsung Prabowo dalam rangkaian EEF 2026.
Putin menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra penting Rusia di kawasan Asia Tenggara.
Dalam pertemuan tersebut, Putin juga menyinggung hubungan personal kedua pemimpin yang menurutnya mencerminkan semakin strategisnya hubungan Indonesia dan Rusia.
“Kita bertemu demi kedua kalinya pada tahun ini. Saya amat senang bersama hal itu,” kata Putin dikutip dari laman resmi Kremlin.
Putin juga menyampaikan apresiasi atas keputusan Prabowo menghadiri EEF sebagai tamu utama.
Menurutnya, kehadiran Presiden Indonesia di Vladivostok menjadi langkah penting demi memperkuat hubungan bilateral.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

