Harga Masker Melonjak Drastis saat Erupsi Anak Gunung Krakatau! Warga Keluhkan Aksi Nakal Seller

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Keluhan soal harga masker yang melonjak drastis mencuat di media sosial di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau. Sejumlah masyarakat sekitar mengaku mendapati harga masker berubah berkali-kali lipat setelah mereka menjalankan pemesanan melalui marketplace.

Keluhan itu salah satunya disampaikan akun Threads @lydixxxxxxxx. Ia mengaku harga masker yang semula sekitar Rp200 ribu tiba-tiba berubah menjadi Rp1,3 juta saat hendak membeli di toko daring.

“Nih kejadian banget pagi ini, dari 200 ribuan jadi 1,3 juta beli di. Seller alasan barang habis makanya dia naikin harga biar nggak ada yang checkout. Dia pikir pembelinya anak TK dapat dibodohin pake alasan kek gitu,” tulisnya.

Dalam tangkapan layar percakapan yang diunggah, penjual menyebut stok barang kosong. Namun, ketika dipersoalkan lantaran harga berubah, penjual mengaku sengaja menaikkan harga agar tidak ada pembeli yang menjalankan checkout.

Keluhan serupa disampaikan akun Threads @bapxxxx. Ia mengaku pesanan masker yang dibuat pada malam hari dibatalkan pada pagi berikutnya bersama alasan harga merasakan perubahan.

“Semalam gw checkout terus tadi pagi dicancel katanya naik harga pas liat harga barunya bener-bener naik 10x lipet gua doain debu di rumah lu muter terus ya?????!!!!!” tulisnya.

Sementara itu, akun @sheixxxxxxx mengunggah tangkapan layar pengembalian dana senilai Rp262.770 demi pesanan masker. Dalam keterangannya, pembatalan disebut terjadi lantaran penjual tidak mengatur pengiriman tepat waktu.

Unggahan-unggahan tersebut lalu beredar di media sosial dan memunculkan sorotan terhadap harga masker ketika masyarakat sekitar membutuhkan perlindungan dari paparan abu vulkanik.

Kebutuhan masker meningkat setelah abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap sejumlah wilayah. Abu vulkanik juga mengganggu aktivitas penerbangan.

Tujuh Bandara Ditutup

Sesejumlah tujuh bandara di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah I kembali menghentikan operasional akibat terdampak abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau. Penutupan diperpanjang hingga Senin (7/9/2026) pukul 08.59 WIB.

Tujuh bandara tersebut termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten, dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.

Informasi perpanjangan penghentian operasional disampaikan melalui akun Instagram resmi Otban Wilayah I @otbansatu pada Senin dini hari.

“Tujuh Bandar Udara di Wilayah Kerja Kantor Otban I yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau merasakan penghentian operasional hingga pukul 08.59 WIB,” demikian pernyataan dalam unggahan tersebut.

Adapun tujuh bandara yang terdampak yakni:

  1. Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang;
  2. Bandara Radin Inten II (TKG), Lampung;
  3. Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Jakarta;
  4. Bandara Husein Sastranegara (BDO), Bandung;
  5. Bandara Budiarto (RTO), Tangerang;
  6. Bandara Pondok Cabe (PCB), Tangerang Selatan;
  7. Bandara M. Taufik Kiemas (TFY), Pekon Serai, Lampung.

Penghentian operasional tersebut berlaku berdasarkan NOTAM masing-masing bandara hingga pukul 08.59 WIB pada Senin.

Otoritas penerbangan juga mengimbau calon penumpang mengonfirmasi kembali status penerbangan semasih belum berangkat.

“Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jasa penerbangan demi memeriksa status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai semasih belum melaksanakan perjalanan,” imbaunya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *