MediaMerdeka.com – Tim penyidik Jampidsus pada Kejaksaan Agung memeriksa enam orang saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025-2026.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menyebutkan satu dari enam saksi yang diperiksa yakni penjual ompreng berinisial MJ.
“MJ selaku wiraswasta atau penjual ompreng,” kata Anang, dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
Selanjutnya, penyidik memeriksa IH selaku PIC Yayasan GBI atau SPPG Kota Serang, lalu ET selaku staf di BGN.
Saksi lainnya berinisial AHMS selaku Direksi PT GSN, lalu NTS selaku Direksi PT NGS, terakhir SSS dari PT TAFS.
“Pemeriksaan saksi oleh penyidik dilakukan demi memperkuatpembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” ucapnya.
Diketahui bersama, dalam perkara ini Kejagung telah menetapkan tujuh orang tersangka. Tujuh tersangka tersebut, tiga di antaranya merupakan eks petinggi di BGN.
Mantan aparatur negara BGN di antaranya mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan wakil kepalanya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
Kemudian, Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Glory Harimas Sihombing, lalu kaki tangan Sony, Asep Yusuf Somantri (AYS), dan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) Andri Mulyono.
Terbaru, kasus itu menyeret jenderal aparat TNI-Polri aktif bernama Brigjen Lalu Muhammad Iwan Mahardan (LMI) selaku Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, serta Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama pada BGN.
Dalam perkara ini, penyidik menduga terdapat dua modus korupsi yang dilakukan para tersangka, yakni dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Dari praktik tersebut, Dadan dan pihak terkait diduga memperoleh uang hingga Rp1 miliar per hari dari mitra atau yayasan yang terafiliasi.
Kemudian, terkait bersama pengadaan 21.801 unit sepeda motor listrik senilai Rp1.035.515.297.908,02 melalui vendor PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT). Penyidik juga mengusut pengadaan 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, dan 5.400 unit televisi berukuran 75 inci.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

