Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali bersitegang bersama media.

Trump mengumumkan larangan untuk CNN, MS NOW, dan Politico demi menjalankan peliputan dari Gedung Putih setelah menuduh ketiga media tersebut terus menyebarkan berita palsu.

Pengumuman itu disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Jumat (18/9/2026).

Trump menyebut larangan tersebut berlaku dalam waktu dekat dan memperingatkan bahwa media lain berpotensi menyambut baik perlakuan serupa.

Trump menuduh CNN, MS NOW, dan Politico terus memuat informasi yang menurutnya merupakan fiksi dan kebohongan mengenai dirinya, pihak pemerintahannya, serta Amerika Serikat.

“Media tidak sewajibnya terus-menerus menulis atau menyiarkan fiksi dan kebohongan ketika meliput Presiden Amerika Serikat, pihak pemerintahan Trump, atau Amerika Serikat,” tulis Trump.

Trump juga memberi sinyal bahwa daftar media yang dilarang masuk Gedung Putih dapat bertambah.

Saat ditanya mengenai kebarangkalian tersebut, ia menyebut The New York Times dan The Washington Post, dua media yang semasih belumnya juga kerap ia kritik.

Dalam pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menyebutkan tidak ada satu peristiwa tertentu yang menjadi pemicu keputusan tersebut.

“Ini sebenarnya merupakan akumulasi dari pemberitaan selama sejumlah tahun terakhir,” kata Trump.

Ia menilai sejumlah media sengaja memberitakan pihak pemerintahannya secara negatif.

Trump lalu berpendapat bahwa pihak pemerintah memiliki hak demi membatasi akses media yang menurutnya terus menyampaikan informasi tidak benar.

Meski Trump menegaskan larangan berlaku dalam waktu dekat, penerapannya masih belum sepenuhnya jelas.

Menurut laporan Reuters, wartawan dari CNN, MS NOW, dan Politico masih terlihat bekerja di lingkungan Gedung Putih pada Jumat setelah pengumuman tersebut.

Reuters menginformasikan persoalan tersebut berpotensi berkembang menjadi sengketa hukum, terutama apabila Gedung Putih benar-benar mencabut akses peliputan secara permanen.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *