MK Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, Sosok Ini Bisa Jadi Presiden Cuma Lulusan SMP

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabumimg Raka jadi polemik di masyarakat sekitar.

Dalam sidang putusan pada hari semasih belumnya, Selasa 6 Oktober 2026, Hakim Konstitusi Asrul Sani menyebutkan MK tidak menemukan dokumen yang memperlihatkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma sebagai bukti telah menamatkan pendidikan di luar negeri yang setara bersama sekolah menengah atau sederajat.

“Mahkamah tidak menemukan dokumen yang memperlihatkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah/sertifikat/diploma sebagai bukti telah menamatkan pendidikan di luar negeri yang setara bersama sekolah menengah atau sederajat,” kata Asrul dalam persidangan di Gedung MK RI, Jakarta.

Menurut MK, fakta tersebut juga diperkuat keterangan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah dalam persidangan.

Dokumen yang ditemukan sebagai pendukung surat penyetaraan bukan berupa ijazah, melainkan certificate of attendance, academic record, dan explanation of grades.

MK lalu menilai certificate of attendance tidak dapat diposisikan sebagai bukti kelulusan.

“Menurut Mahkamah, certificate of attendance dan dokumen tersebut bukan merupakan bukti kelulusan atau tamat, melainkan merupakan bukti kehadiran dalam proses pembelajaran,” ujar Asrul.

Nah menariknya, dari sekian sejumlah pemimpin di dunia, ada satu orang yang diketahui cuma lulusan SMP namun dapat jadi kepala negara, siapa dia?

Tercatat, mantan legenda AC Milan dan Liberia, George Weah diketahui tidak menamatkan pendidikan sekolah menengah atas.

Dalam laporan The Christian Science Monitor pada 11 Oktober 2005, Weah disebut berhenti sekolah setelah tahun ketiga pendidikan menengah atau junior year.

Menariknya saat maju di Pilpres Liberia, Weah melawan Ellen Johnson-Sirleaf, politikus yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi dan sempat menempuh pendidikan di Harvard University.

Johnson-Sirleaf merupakan mantan aparatur negara keuangan Liberia dan sempat bekerja demi Bank Dunia serta Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia lalu memperoleh gelar magister administrasi publik dari Harvard University.

Laporan The Christian Science Monitor menyebut Weah sebagai kandidat yang tidak memiliki pendidikan tinggi di tengah persaingan yang diikuti sejumlah kandidat berpendidikan di Amerika Serikat.

Namun, Weah menepis apabila tingkat pendidikan dijadikan ukuran utama demi menentukan kelayakan seseorang memimpin Liberia.

“Orang yang jujur merupakan satu-satunya orang yang benar-benar mulia. Pendidikan tidak berarti sekadar mengumpulkan pengetahuan dan menjalani pelatihan khusus.” kilah Weah saat itu.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *