Penampakan Istana IKN Disindir Media Asing: Hilang Ditelan Kabut Asap Karhutla

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menyebabkan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, diselimuti kabut asap tebal.

Sejumlah bangunan utama pihak pemerintahan, termasuk Istana Garuda, bahkan nyaris tak terlihat dari kejauhan akibat pekatnya asap.

Kondisi ini jadi perhatian media di Malaysia. Salah satu media Malaysia, Sinar Harian menuliskan Istana IKN sampai tak terlihat, bagaikan hilang ditelan kabut asap karhutla.

“Selain Istana Garuda, sejumlah hunian aparatur sipil negara (ASN) dan kompleks perkantoran pihak pemerintah tampak samar-samar,” tulis media Malaysia tersebut.

Sementara itu, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebutkan aktivitas pihak pemerintahan masih berlangsung bagaikan biasa meski kondisi udara memburuk. Ia mengaku terus memantau situasi, terutama penerapan penggunaan masker di lingkungan IKN.

“Aktivitas masih berjalan bagaikan biasa. Saya senantiasa memantau keadaan ini, khususnya penggunaan masker,” kata Basuki dalam keterangan resmi.

Menurut Basuki, kabut asap teramat terasa pada pagi hari. Meski demikian, tingkat kepekatan asap dilaporkan mengawali menurun dibandingkan hari semasih belumnya.

“Kondisinya teramat terasa pada pagi hari. Hari semasih belumnya jauh makin parah dibandingkan kini,” ujarnya.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Indonesia, konsentrasi partikel halus PM2.5 di sekitar Plaza Bhinneka, IKN, mencapai angka 121 pada pukul 13.00 waktu setempat, Kamis (15/10/2026). Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.

Basuki membeberkan, nilai pencemaran semasih belumnya sempat mencapai 150. Otorita IKN akan terus memantau kualitas udara memakai perangkat pendeteksi yang ditempatkan di kawasan Taman Bhinneka Tunggal Ika.

Untuk menangani kebakaran yang memicu kabut asap, Otorita IKN bekerja sama bersama Pangkalan aparat TNI Angkatan Udara Dhomber dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Salah satu upaya yang dilakukan merupakan mengerahkan helikopter demi menjatuhkan air dari udara ke area kebakaran.

Operasi modifikasi cuaca juga dijalankan demi memicu hujan agar menolong proses pemadaman.

Namun, Basuki mengakui upaya modifikasi cuaca masih menyikapi kendala lantaran terbatasnya awan hujan di wilayah IKN.

Kondisi tersebut menciptakan upaya mendatangkan hujan demi menolong memadamkan kebakaran masih belum berjalan optimal.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *