Survei: Skor Kepemimpinan Gibran Cuma 4,4, Kompetensi Terendah Kedua

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat skor rata-rata 4,4 dalam penilaian kualitas kepemimpinan yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Nilai tersebut menempatkan Gibran di posisi kedua terbawah dari 31 tokoh yang dinilai para pemimpin opini atau opinion leader.

Hasil studi yang dilakukan pada September 2026 itu dipaparkan pendiri SMRC Saiful Mujani di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Penilaian memakai skala 0 sampai 10 bersama mempertimbangkan sejumlah aspek kepemimpinan. Dari 31 tokoh yang dinilai, Gibran cuma unggul dari Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep yang memperoleh skor 4,0.

Di atas Gibran, terdapat sejumlah tokoh bersama skor yang makin tinggi, termasuk Presiden Prabowo Subianto yang meraih nilai rata-rata 5,1.

Kompetensi Gibran Dapat Nilai 3,7

Rendahnya penilaian terhadap Gibran terlihat pada aspek kapabilitas atau kompetensi. Dalam ukuran tersebut, Gibran cuma mendapat skor 3,7, terendah kedua setelah Kaesang Pangarep yang memperoleh 3,3.

Sementara itu, skor Gibran demi aspek lainnya berkisar antara 4,0 hingga 5,1. Ia mendapat nilai 4,0 demi integritas, 4,2 demi empati, dan 4,3 demi kemampuan memimpin.

Adapun komitmen Gibran terhadap profesionalisme aparat TNI dan Polri mendapat skor 4,5. Untuk komitmen pada politik luar negeri bebas aktif, nilainya mencapai 4,7.

Pada aspek pluralis-inklusif, Gibran memperoleh skor 5,1. Meski menjadi nilai tertingginya di antara ukuran yang disebutkan, angka tersebut masih belum cukup mengangkat rata-rata penilaian kualitas kepemimpinannya.

Hasil ini menempatkan Gibran di bawah sejumlah tokoh lain, termasuk Mahfud MD yang memperoleh skor rata-rata tertinggi sebesar 7,6.

Mahfud MD Teratas, Prabowo Raih 5,1

Dalam studi yang sama, Mahfud MD dinilai memiliki kualitas kepemimpinan demokratik-transformatif teramat tinggi di antara 31 tokoh yang dievaluasi.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu mendapat skor 7,6 demi kapabilitas, 7,3 demi empati, dan 7,7 demi sikap pluralis-inklusif. Kemampuan memimpinnya mendapat nilai 7,6, sementara itu komitmennya terhadap profesionalisme aparat TNI dan Polri memperoleh skor 7,8.

Untuk komitmen terhadap politik luar negeri bebas aktif, Mahfud mendapat skor 7,7, berada sedikit di bawah Retno Marsudi yang meraih 7,8.

Sementara itu, Prabowo memperoleh skor rata-rata 5,1. Nilai terendah Presiden terdapat pada aspek komitmen terhadap profesionalisme angkatan bersenjata dan kepihak kepolisianan, yakni 4,2. Nilai tersebut sama bersama skor Kaesang Pangarep dan menjadi yang terendah di antara seluruh tokoh pada aspek tersebut.

Prabowo juga mendapat skor 4,9 demi empati, 5,1 demi kapabilitas, 5,3 demi komitmen terhadap politik luar negeri bebas aktif, 5,5 demi kemampuan memimpin, dan 5,8 demi sikap pluralis-inklusif.

Padahal, sesejumlah 84 persen opinion leader menilai komitmen demi membatasi aparat TNI pada fungsi pertahanan dan Polri pada fungsi keamanan serta ketertiban masyarakat sekitar sebagai kriteria yang amat penting untuk calon kepala negara.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *