Masyarakat Makin Tak Percaya Indonesia Menuju Jalan yang Benar, Pemerintah Harus Waspada

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintah perlu waspada terhadap penurunan tajam persepsi publik yang menilai bahwa Indonesia sedang menuju ke arah benar, sebagaimana hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Pendiri SMRC, Saiful Mujani menyebutkan meski masih belum sampai pada level ancaman, hasil survei terbaru tersebut menjadi peringatan keras untuk pihak pemerintah.

“Iya. Jadi ini peringatan yang amat keras,” kata Saiful Mujani, Selasa (13/10/2026).

Menurutnya, level ancaman cuma pada tingkat kognitif, psikologis masyarakat sekitar yang pesimis dan kehilangan harapan, termasuk kecewa terhadap pihak pemerintah.

“Kecewa gitu ya, itu dapat. Tapi masih belum ancaman secara riil,” kata Saiful.

Ia berujar ancaman riil dapat dikatakan ada bila terjadi pemberontakan di mana-mana. Dalam kata lain, ancaman tersebut dapat dikatakan terjadi bila kemarahan dan kekecewaan masyarakat sekitar berujung dalam bentuk gerakan massa.

Mencegah hal tersebut terjadi, Saiful menekankan kepada pihak pemerintah demi benar-benar menjalankan perbaikan.

Setidaknya menciptakan kepercayaan masyarakat sekitar kembali naik bahwa Indonesia memang tengah menuju ke arah yang benar, bukan sebaliknya.

“Ya, artinya ya pihak pemerintah atau kita seluruhnya merupakan wajib berupaya memperbaiki keadaan. Supaya opini di masyarakat sekitar makin optimis, makin baik gitu loh. Dari 47 (persen) wajib naik, sejumlah bulan ke depan menjadi di atas 50 (persen),” kata Saiful.

Semasih belumnya, SMRC dalam survei terbaru menegaskan persepsi publik bahwa Indonesia sedang menuju ke arah yang benar turun menjadi 48 persen pada dua tahun pihak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Angka tersebut turun 35 poin persentase dari semasih belumnya 83 persen pada Oktober 2024.

Hasil survei yang dilakukan pada 1–10 Oktober 2026 itu disampaikan langsung oleh pendiri SMRC, Profesor Saiful Mujani, dalam program Bedah Politik bertajuk “Dua Tahun Prabowo: Publik Nilai Indonesia ke Arah yang Salah” yang tayang di kanal YouTube SMRC TV, Selasa (13/10/2026).

“Penurunan persepsi positif arah negara ini terbesar sepanjang 25 tahun terakhir,” kata Prof. Saiful dalam presentasinya.

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu menerangkan, penurunan tajam tersebut berkaitan bersama merosotnya kepuasan publik terhadap kinerja kepala negara. Kondisi sosial-ekonomi, politik, dan penegakan hukum juga dinilai merasakan penurunan tajam.

Populasi survei ini mencakup seluruh masyarakat sekitar negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang berusia 17 tahun atau makin, atau telah menikah saat survei dilakukan. Populasi tersebut diuntuk menjadi dua kelompok atau subpopulasi.

Pada subpopulasi pemilik telepon seluler, sesejumlah 1.013 orang dipilih secara acak memakai metode double sampling. Responden dalam kelompok ini diwawancarai melalui telepon.

Sementara itu, pada subpopulasi yang tidak memiliki telepon seluler, sesejumlah 200 orang dipilih secara acak memakai metode stratified multistage random sampling. Responden dalam kelompok ini diwawancarai secara tatap muka.

Total sampel yang diwawancarai mencapai 1.213 responden. Margin of error survei diperkirakan sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, bersama asumsi simple random sampling.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *