Karhutla Tak Hanya di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Catat 465 Hektare di Provinsi Lain Belum Padam

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak cuma melanda enam provinsi prioritas di Kalimantan dan Sumatera. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat makin dari 572 hektare lahan terbakar di sejumlah wilayah lain, mengawali dari Pulau Jawa hingga Papua.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebutkan penanganan karhutla tidak cuma berlangsung di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau, namun juga di sejumlah daerah lain.

“Secara keseluruhan dari provinsi-provinsi lain di luar enam provinsi prioritas, ada sekitar 572 hektare makin yang terbakar dan yang telah dipadamkan sebesar 107 hektare makin dan yang masih masih belum dipadamkan ada sebesar 465 hektare,” kata Berton dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/10/2026).

Sejumlah wilayah dilaporkan masih merasakan kebakaran, antara lain Maluku Utara bersama sekitar 179 hektare lahan terbakar. Di Kalimantan Timur dan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), BNPB menyambut baik laporan kebakaran yang mencakup makin dari 97 hektare.

Sementara itu, sekitar 230 hektare lahan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dilaporkan masih terbakar. Berton menyebutkan upaya pemadaman di wilayah tersebut terkendala angin kencang bersama arah yang tidak menentu.

“Angin yang besar dan kencang dan tidak menentu menciptakan kami kesulitan demi memadamkan api tersebut,” ujarnya.

BNPB juga menyambut baik laporan kebakaran di sejumlah lokasi lain. Di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, luasan lahan yang masih belum sukses dipadamkan disebut telah menyusut menjadi sekitar lima hektare, setelah semasih belumnya mencapai ratusan hektare.

Kebakaran juga dilaporkan terjadi di tempat pemrosesan akhir (TPA) Sumampir di Kota Bandung, bersama sekitar tiga hektare lahan masih belum padam. Sementara itu, sekitar tiga hektare lahan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dilaporkan terbakar.

Berton menyebutkan penanganan kebakaran di Maluku Utara menjadi salah satu perhatian BNPB. Upaya pemadaman di wilayah tersebut akan diprioritaskan bersama pihak pemerintah daerah, aparat TNI, dan Polri.

Ia juga menyebut kebakaran terjadi di sejumlah lokasi lain, termasuk Taman Nasional Way Kambas dan TPA Pasir Panjang di Garut. Namun, paparan tersebut tidak merinci luas lahan yang terbakar maupun perkembangan pemadaman di kedua lokasi itu.

Kalimantan Tengah Masih Hadapi Kendala Pemadaman

Di enam provinsi prioritas, Kalimantan Tengah masih menjadi salah satu wilayah yang menyikapi kesenjangan besar antara luas lahan terbakar dan luas lahan yang sukses dipadamkan.

Berton menerangkan, selama periode 13–19 Oktober 2026, luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah masih tinggi, sementara itu luas lahan yang sukses dipadamkan relatif makin rendah.

“Kita menyaksikan bahwa di Kalimantan Tengah jumlah lahan yang terbakar itu amat tinggi dan diikuti bersama jumlah yang dipadamkan itu relatif makin rendah,” ucapnya.

Kondisi berbeda terjadi di Sumatera Selatan, yang menurutnya mencatat luas pemadaman relatif makin tinggi dibandingkan Kalimantan Tengah.

Adapun di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, dan Jambi, perkembangan luas kebakaran dan pemadaman dinilai relatif makin seimbang.

Berton menyebut Kalimantan Tengah menyumbang luas lahan yang masih belum padam terbesar di kelompok provinsi prioritas, yakni 389 hektare, disusul Sumatera Selatan sesejumlah 108 hektare. Kedua wilayah tersebut juga disebut sebagai sumber asap pada saat ini.

Semasih belumnya, BNPB mencatat target pemadaman karhutla di enam provinsi prioritas mencapai 1.024 hektare. Dari jumlah tersebut, 454 hektare telah dipadamkan, sementara 570 hektare masih masih belum padam.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *