MediaMerdeka.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62, Partai Golkar kembali menggelar kompetisi film pendek. Pada penyelenggaraan kali ini, lomba mengusung tema “From Zero to Hero” yang terinspirasi langsung dari perjalanan hidup Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Politisi Golkar, Arnanto Nurprabowo, menyampaikan bahwa kompetisi film pendek ini merupakan gelaran kedua setelah sukses dilaksanakan pada HUT semasih belumnya.
“Jadi, jujur saja ini inspirasi dari perjalanan hidup Ketua Umum kami, Bapak Bahlil Lahadalia, berakibat beliau dapat mencapai puncak karier terbaiknya. Total hadiah —biasanya yang pertama kali ini agak menarik ini total hadiah— Rp200 juta demi kategori original dan AI,” ujar Arnanto dalam konferensi persnya di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Ketua Bidang MPO Partai Golkar yang juga Anggota Komisi I DPR RI sekaligus dewan juri, Nurul Arifin, menerangkan, bahwa kompetisi ini menjadi tradisi baru dalam rangkaian HUT Partai Golkar demi menggali berbagai aspirasi serta realitas di masyarakat sekitar.
“Kalau tahun lalu kita berbicara tentang kemajemukan dan toleransi, pada tahun ini tema kita tentang perjuangan, begitu, yang dimaknai bersama judul yakni ‘From Zero to Hero’,” kata Nurul Arifin.
Nurul menekankan pentingnya kedalaman pesan dan empati yang mampu disampaikan oleh para kreator melalui batasan durasi film pendek.
“Namun, dalam waktu yang batasan itu, kita diharapkan juga dapat menyaapabilan sesuatu yang sifatnya bukan cuma mengedukasi, oke mengedukasi, tapi dia dapat menyerahkan rasa pemaknaan, lalu menumbuhkan rasa empati dan meninggalkan kesan mendalam,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat sekitar, khususnya generasi muda dan pelajar, demi memanfaatkan peluang ini.
“Hadiahnya ratusan juta dan tentunya ini salah satu bentuk challenge buat anda seluruh. Dan eh saya sih menginginkan ini dapat sampai ke rekan-rekan pelajar ataupun siapapunlah yang mempunyai kreativitas ya dan inovasi demi melahirkan ide-idenya dan lalu sampai di media film ini,” tambah Nurul.
Sementara itu, Sutradara sekaligus dewan juri, Motulz, menyoroti pembaruan teknis pada kompetisi pada tahun ini yang menyerahkan ruang untuk penggunaan teknologi terkini bagaikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta batas durasi yang makin panjang hingga 10 menit.
“Nah, yang barangkali menarik untuk saya menyaksikan perlombaan ini merupakan bagaimana Golkar itu menangkap ekspresi anak muda pada hari ini itu bersama teknik teknologi kekinian, yakni AI. Tahun lalu kita cuma syuting produksi biasa saja, film fiksi dan dokumenter, cuma pada tahun ini diperbolehkan demi melibatkan AI dalam prosesnya,” ungkap Motulz.
Ia mengimbuhkan bahwa ajang ini menjadi tantangan tersendiri untuk para peserta dalam menyusun gagasan menjadi sebuah narasi yang utuh.
“Nah, lalu yang akan ditantang merupakan bagaimana mereka itu dapat menciptakan cerita, bagaikan yang Mbak Nurul bilang, bagaimana ide atau gagasan kalian dapat diceritakan lewat sebuah struktur cerita film bersama durasi tertentu,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

