Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Harga minyak mentah dunia kembali mencatatkan kenaikan pada perdagangan hari Senin (18/5/2026). Lonjakan ini dipicu oleh kebuntuan dalam pembicaraan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS), yang memperkuat kekhawatiran pasar akan terjadinya krisis pasokan energi yang berkepanjangan.

Di saat yang sama, para pakar komoditas menyoroti kondisi cadangan minyak global yang kini berada di level terendah.

Berdasarkan data perdagangan terbaru:

Ketegangan semakin meruncing setelah Presiden AS Donald Trump menyerahkan peringatan keras kepada pihak Teheran melalui media sosial pada akhir pekan.

Sinyal tersebut mengindikasikan bahwa jalan buntu terkait kesepakatan damai dan pembukaan kembali Selat Hormuz dapat memicu kembalinya konflik bersenjata antara kedua negara.

“Bagi Iran, waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya bergerak cepat, CEPAT, atau tidak akan ada lagi yang tersisa dari mereka. WAKTU ADALAH HAL YANG SANGAT KRUSIAL!” tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, Minggu (17/5/2026).

Meskipun gencatan senjata yang rapuh sempat tercapai pada April lalu, perselisihan antara Iran dan AS masih belum sepenuhnya mereda.

Pihak Teheran sejauh ini masih menutup seuntukan besar jalur pelayaran di Selat Hormuz, sementara pihak pemerintahan Trump terus melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

Sebagai catatan, semasih belum konflik terjadi, hampir seperlima dari total pasokan minyak dan gas bumi dunia didistribusikan melalui Selat Hormuz.

Krisis Cadangan Minyak Global Berlanjut

Badan Energi Internasional (IEA) dalam laporan bulanan terbarunya memperingatkan bahwa persediaan minyak global menyusut dalam kecepatan yang mengkhawatirkan selama Selat Hormuz masih diblokade.

“Menyusutnya cadangan penyangga secara cepat di tengah gangguan yang terus berlanjut berpotensi memicu lonjakan harga yang makin tinggi di masa mendatang,” tulis pernyataan resmi IEA.

Senada bersama hal tersebut, laporan dari bank investasi asal Swiss, UBS, memproyeksikan bahwa persediaan minyak global akan mendekati rekor terendah sepanjang masa di angka 7,6 miliar barel pada akhir Mei ini, apabila volume permintaan pasar menetap pada level yang sama bersama bulan semasih belumnya.

Suku Bunga Tinggi Tekan Pergerakan Harga Emas

Kontras bersama pergerakan sektor energi, harga emas dunia (XAU/USD) justru terpantau merasakan penurunan ke kisaran US$4.535 per troy ons pada awal jam perdagangan sesi Asia hari Senin.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *