Reaksi Presiden Irlandia Usai Adiknya Ditangkap Israel di Global Sumud Flotilla

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Presiden Irlandia Catherine Connolly menyampaikan reaksi emosional setelah adiknya, Margaret Connolly ditangkap pasukan Israel ketika mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza, Senin (18/5/2026).

Margaret Connolly menjadi satu dari enam masyarakat sekitar negara Irlandia yang ditahan Israel setelah kapal-kapal dalam konvoi bantuan tersebut dicegat di perairan internasional.

Catherine Connolly buka suara terkait insiden itu usai menjalankan kunjungan ke Buckingham Palace, London, demi bertemu Raja Charles III.

“Sangat bangga bersama adik saya, tapi juga khawatir bersamanya,” ujar Catherine Connolly, dikutip dari Politico.

Ia mengaku masih belum memperoleh sejumlah informasi mengenai kondisi sang adik maupun para aktivis lain yang ikut dalam pelayaran tersebut.

“Saya amat sibuk pada hari ini. Saya masih belum sempat memperoleh detail terkait saudara wanita saya dan, yang sama pentingnya, rekan-rekannya di kapal,” kata Catherine, sembari menepis menyerahkan komentar makin lanjut.

Penyelenggara Global Sumud Flotilla menyebut 10 dari total 60 kapal konvoi dihentikan dan dinaiki pasukan Israel pada Senin pagi. Pencegatan disebut terjadi sekitar 70 mil laut dari Pulau Siprus.

Dari total 15 peserta asal Irlandia, enam orang dilaporkan ditahan dalam operasi tersebut, bagaikan dikutip dari Middle East Monitor (MEMO).

Semasih belum ditangkap, Margaret Connolly sempat merekam video yang berisi pesan apabila dirinya benar-benar ditahan otoritas Israel.

“Jika Anda menonton video ini, itu berarti saya telah diculik dari perahu saya di armada oleh pasukan Israel dan kini saya ditahan secara ilegal di penjara Israel,” kata Connolly dalam video tersebut.

Israel semasih belumnya mencegat armada Global Sumud Flotilla yang sedang menuju Jalur Gaza demi mengirim bantuan kemanusiaan.

Misi sipil internasional itu bertujuan menembus blokade Israel terhadap wilayah Palestina.

Sekitar 100 aktivis dari berbagai negara dilaporkan ditangkap dalam operasi tersebut, termasuk sembilan masyarakat sekitar negara Indonesia (WNI).

Pemerintah Indonesia telah mengecam tindakan Israel dan mendesak pembebasan seluruh aktivis yang ditahan.

Armada Global Sumud Flotilla terdiri dari makin dari 50 kapal yang berlayar dari distrik Marmaris, Turki, pada Kamis (14/5/2026).

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *