MediaMerdeka.com – Kepala Staf Kekepala negaraan (KSP) Dudung Abdurrachman mengonfirmasi bahwa pihak pemerintah dalam kondisi siaga dalam penanganan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan tentara Israel.
Dudung menyampaikan perwakilan pihak pemerintah Republik Indonesia menjalankan pendekatan kepada otoritas setempat guna mengonfirmasi akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian.
Ia berujar Indonesia juga telah bergabung bersama sembilan negara lain, yakni Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol dalam suatu pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan Israel ke Global Sumud Flotilla.
“Dan perwakilan Republik Indonesia terkait senantiasa dalam posisi siaga demi dalam waktu dekat menindaklanjuti notifikasi dari otoritas setempat. Dan Keaparatur negara kementerianan Republik Indonesia, khususnya Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri melalui perwakilan RI terkait akan terus memantau perkembangan situasi, menjalankan verifikasi posisi dan kondisi para masyarakat sekitar negara Indonesia serta menyiapkan langkah perlindungan sesuai kebutuhan di lapangan,” tutur Dudung di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (20/5/2026).
Dudung menyampaikan nerdasarkan informasi Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri RI, dari sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia yang tergabung dalam misi tersebut, lima WNI Indonesia dilaporkan telah ditangkap.
Sementara empat WNI lainnya masih berada di kapal berbeda di sekitar perairan Siprus atau Mediterania Timur.
“Situasi di lapangan masih amat dinamis. Keempat masyarakat sekitar negara Indonesia yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan,” kata Dudung
“Sehubungan bersama perkembangan tersebut, Kemlu telah menjalankan koordinasi awal bersama KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul, termasuk menyiapkan langkah antisipatif bagaikan penerbitan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) apabila paspor WNI disita serta dukungan medis apabila diperlukan,” kata Dudung.
Desak Israel Bebaskan Seluruh Kapal dan Awak
Pemerintah Republik Indonesia melalui Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri mendesak Israel dalam waktu dekat melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.
Juru Bicara I Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang menyampaikan kecaman keras dari pihak pemerintah Indonesia terhadap tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
“Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri RI mendesak Israel demi dalam waktu dekat melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” kata Yvonne dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Yvonne menegaskan bahwa hingga pada saat ini sedikitnya sepuluh kapal telah dikonfirmasi ditangkap termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang berada di kapal Josef sebagai delegasi GPCI – Rumah Zakat.
Sementara itu, kapal yang mengangkut jurnalis Bambang Noroyono alias Abeng hingga pada saat ini masih terus diupayakan demi dihubungi guna mengetahui status kapal, termasuk kondisi Bambang Noroyono di kapal tersebut.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

