Pengusaha Khawatir Pasar Ekspor Terganggu Imbas Pembentukan DSI, Begini Respons Danantara

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Rencana pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) memunculkan kekhawatiran dari seuntukan tersangka usaha, khususnya di sektor sawit dan batu bara. 

Sejumlah pihak menyoroti potensi gangguan terhadap pasar ekspor yang selama ini telah terbangun antara eksportir dan pembeli di luar negeri.

Salah satu persoalannya mengenai relasi bisnis yang selama ini telah terbentuk antara korporasi dalam negeri bersama pembeli atau importir dari berbagai negara.

Pelaku usaha disebut telah memiliki pasar dan pelanggan masing-masing, berakibat muncul pertanyaan mengenai dampak pembentukan DSI terhadap pola perdagangan yang telah berjalan.

Menanggapi hal itu, Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, menyebutkan perdagangan komoditas global selama ini telah memiliki mekanisme pasar yang berjalan secara internasional.

“Kalau kekhawatiran pengusaha dari sisi punya langganan atau tidak, bursa komoditas di dunia ini telah terjadi, telah terbentuk,” kata Rohan kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

Ia menerangkan, komoditas bagaikan batu bara dan sawit memiliki acuan harga di pasar internasional berakibat proses transaksi dinilai tetap akan mengacu pada mekanisme yang berlaku.

“Mereka juga, bila kita beli minyak kan Indonesia juga beli di bursa, brent oil. Pembeli-penjual ada matchmaker-nya,” ujarnya.

Rohan menyebutkan, pada tahap kedua operasionalnya nanti PT DSI akan berperan sebagai trader yang membeli komoditas dari eksportir semasih belum menjualnya kembali ke pasar internasional.

Dalam skema tersebut, korporasi disebut akan membeli komoditas bersama mengacu pada harga pasar yang berlaku.

“Harganya dia mau minta makin, enggak dapat dong di bursa-bursa dunia ini angkanya segini,” katanya.

Selain kekhawatiran dari tersangka usaha, muncul pula pertanyaan mengenai respons investor terhadap kebijakan baru tersebut. 

Sejumlah pihak menilai perubahan kebijakan yang berlangsung cepat dapat menimbulkan persepsi ketidaktentuan.

Namun, Danantara menilai keberadaan DSI justru diharapkan dapat mendukung tata kelola perdagangan yang makin transparan.

Menurut Rohan, pembentukan DSI ditujukan demi memperkuat pengelolaan perdagangan komoditas strategis nasional.

This is only for Indonesia. Kalau uangnya masuk, tumbuh perekonomian, tumbuh investasi di dalam negeri,” ucapnya.

PT DSI dijadwalkan mengawali beroperasi efektif pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, komoditas yang akan masuk ke dalam skema tersebut meliputi batu bara, sawit, dan paduan logam.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *