Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Fenomena fase bulan purnama yang terjadi pada penghujung Mei 2026 mengangkut dampak serius untuk wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi akan terjadi seiring meningkatnya ketinggian muka air laut secara drastis.

Kondisi ini diperkirakan akan bertahan selama sejumlah hari ke depan, berakibat masyarakat sekitar yang menggantungkan hidupnya di wilayah pantai diminta demi meningkatkan kesiapsiagaan.

“Masyarakat di wilayah terdampak diimbau waspada terhadap potensi fenomena banjir pesisir (rob) yang diprediksi terjadi hingga 2 Juni 2026 di sejumlah wilayah pesisir di NTT,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga dalam keterangan di Kupang, Minggu.

Adapun wilayah yang masuk dalam zona merah potensi banjir rob meliputi pesisir Pulau Flores-Alor, pesisir Pulau Sabu Raijua, pesisir Pulau Sumba, serta pesisir Pulau Timor-Rote. Kenaikan air laut ini merupakan dampak langsung dari gravitasi bulan yang mencapai puncaknya pada hari ini.

Menurut Yandri, kombinasi antara faktor astronomi dan kondisi cuaca di perairan pada saat ini menciptakan risiko yang nyata untuk dinamika pesisir NTT. Pantauan BMKG memperlihatkan adanya sinergi antara pasang surut, kecepatan angin, dan tinggi gelombang yang memicu air laut naik ke daratan.

Lebih dari sekadar genangan air, fenomena ini mengancam roda perekonomian masyarakat sekitar, mengawali dari sektor logistik pelabuhan hingga budidaya perikanan.

“Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat sekitar di kawasan pesisir dan pelabuhan, termasuk kegiatan bongkar muat barang, aktivitas di permukiman pesisir, tambak garam, perikanan darat, serta aktivitas perekonomian lainnya,” jelas Yandri.

Mengingat dampaknya yang luas terhadap berbagai aktivitas vital, BMKG mengimbau masyarakat sekitar tidak mengabaikan informasi cuaca terkini. Masyarakat diharapkan dapat menjalankan langkah antisipasi mandiri guna meminimalisir kerugian materiil akibat luapan air laut.

“Bagi masyarakat sekitar yang khususnya tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir terdampak agar meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi terkini dari BMKG,” tambahnya.

Bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan data cuaca maritim secara real-time, BMKG telah menyediakan kanal komunikasi melalui WhatsApp di nomor 0812-1512-2192 atau melalui situs resmi maritim.ntt.bmkg.go.id agar masyarakat sekitar dapat memantau pergerakan air laut setiap saat.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *