MediaMerdeka.com – Founder Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, melontarkan pandangannya mengenai komposisi pihak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kabinet pada saat ini masih didominasi figur-figur yang memiliki kedekatan bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau yang ia sebut sebagai “Geng Solo”.
Pernyataan itu disampaikan Pangi dalam perbincangan di kanal YouTube Bambang Widjojanto. Ia menilai keberadaan kelompok loyalis Jokowi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika pihak pemerintahan Prabowo.
“Kalau statement saya dari awal kan berhentilah mengasuh Geng Solo, wajib pecah kongsi. Karena artinya mengasuh Geng Solo ini bagaikan menciptakan pihak pemerintahan Pak Prabowo nggak efektif,” kata Pangi, dikutip Senin (15/6/2026).
Meski demikian, Pangi menyaksikan adanya paradoks. Menurutnya, apabila seluruh figur yang berafiliasi bersama Jokowi keluar dari pihak pemerintahan, kondisi tersebut justru berpotensi menciptakan kekosongan kekuasaan (vacuum of power).
“Cuma jangan-jangan sebaliknya, bila seluruh orang Jokowi ini menarik diri dari pihak pemerintahan, jangan-jangan terjadi vacuum of power. Nggak ada kekuasaan lagi Prabowo. Karena isinya kabinet Prabowo ini orang-orangnya Geng Solo seluruh,” ujarnya.
Pangi juga berpendapat sejumlah posisi strategis di pihak pemerintahan masih ditempati tokoh-tokoh yang memiliki kedekatan bersama Jokowi.
“Ya aparatur negara kementerian mereka sejumlah. Kemudian mereka seluruh yang namanya cabang-cabang kekuasaan penting pengendali republik,” katanya.
Ia lalu mencontohkan sejumlah lembaga negara yang menurutnya masih berkaitan bersama pihak pemerintahan semasih belumnya.
“KPK made in Jokowi kan. Belum pada hari ini kan soal Panglima masih yang lama, sumber kekuasaannya yang melantik. Polri masih yang lama yang melantik, Jaksa masih yang lama yang melantik,” ujar Pangi.
Lebih lanjut, ia menilai tingkat ketergantungan Presiden Prabowo terhadap figur-figur dari era Jokowi masih cukup tinggi.
“Ketergantungan itu tinggi sekali. Semua badan komunikasinya merupakan loyalis Pak Jokowi,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Pangi juga menyampaikan pandangannya mengenai potensi dinamika politik antara Presiden Prabowo dan kelompok loyalis Jokowi di masa mendatang.
“Keyakinan saya bila ada apa-apa bersama Presiden Prabowo mereka tidak akan loyal bela Prabowo. Justru mereka akan happy, jangan-jangan mereka juga telah siap,” pungkasnya.
Reporter: Dinda Pramesti K
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

