Antrean Haji 26 Tahun Masih Kelamaan, Prabowo Perintahkan Pangkas Lagi!

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Presiden Prabowo Subianto ingin masa tunggu ibadah haji di Indonesia kembali dapat ditekan. Kepala negara tidak ingin antrean ibadah haji terlalu makan waktu lama.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal usai mengikuti rapat di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026) sore ini.

Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf dan pimpinan Komisi VIII DPR turut hadir.

Cucun menerangkan pemangkasan masa tunggu haji menjadi fokus Prabowo. Kekinian antrean haji tersebut sukses dipersingkat menjadi 26 tahun.

“Concern beliau yang kami amat tadi apresiasi itu, ingin bagaimana antrean ini yang pada hari semasih belumnya telah hampir 35 tahun, 40 tahun, melalui para pembantunya Bapak Presiden, Pak Menteri Haji nanti dan Wamen seluruh bekerja, telah dapat ditekan sampai 26 tahun. Bahkan beliau menyampaikan tadi bila dapat tolong makin cepat lagi bagaikan apa skemanya bila misalkan antrean ini tidak panjang,” kata Cucun di Padepokan Garuda Yaksa.

Selain mengapresiasi pemangkasan masa tunggu haji, Cucun mengapresiasi penurunan biaya haji dari tahun ke tahun.

Ongkos naik haji dapat berkurang dalam waktu 2 tahun Rp6 juta demi 200 sekian ribu orang yang mereka betul-betul telah bertahun-tahun ingin melaksanakan ibadah haji,” kata Cucun.

Kepada Prabowo dalam rapat di Hambakang, Cucun menginformasikan tentang pengawasan pada mekanisme keberangkatan.

“Imigrasi di kita telah bagus berakibat dapat mengantisipasi jemaah-jemaah ilegal tidak dapat lolos. Kemudian juga orang yang dapat menjalankan haji itu betul-betul dapat nyaman dari sejak keberangkatan,” ujar Cucun.

Kualitas dari fasilitas demi jemaah haji Indonesia turut menjadi pembahasan dalam pertemuan bersama kepala negara. Cucu menyorot fasilitas hotel yang kini turut dirasakan untuk jemaah haji reguler.

“Fasilitas layanan hotel, bayangkan saja di era kepemimpinan Bapak Presiden kini ini, jemaah reguler, kan ada dua ya, jemaah reguler dan jemaah haji khusus, jemaah haji khusus itu telah biasa nginap di hotel bintang lima, namun ini jemaah reguler kini hampir 17.000 jemaah diinapkan di zona 1 di sekeliling Masjid Nabawi di Madinah, dapat diinapkan di hotel-hotel bintang lima,” tutur Cucun.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *