Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Jalannya rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, diwarnai ketegangan emosional yang cukup tinggi pada Senin (22/6/2026).

Rapat pleno yang mengagendakan penentuan lokasi Muktamar NU ke-35 tersebut sempat memanas hingga memicu kericuhan antarpeserta sidang.

Suasana forum mengawali tidak kondusif setelah muncul anggapan di tengah persidangan bahwa lokasi Muktamar NU telah ditetapkan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. 

Aksi protes yang mulanya berupa adu argumen verbal berujung pada tindakan saling dorong antarpeserta di dalam ruangan.

Situasi yang sempat tidak terkendali ini memaksa petugas keamanan internal turun tangan langsung demi menenangkan massa dan mengendalikan keadaan. Setelah situasi kembali kondusif, jalannya sidang pleno akhirnya dapat dilanjutkan kembali.

Rekaman video yang memperlihatkan detik-detik kericuhan dalam penentuan lokasi Muktamar tersebut langsung viral dan menjadi sorotan tajam netizen di berbagai platform media sosial.

Banyak kalangan menyayangkan terjadinya insiden tersebut, mengingat organisasi NU amat lekat bersama citra para pemuka agama dan kalangan santri yang dikenal santun serta mengedepankan akhlakul karimah.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang menjalankan protes keras, di mana salah satu figur yang diduga terlibat dalam aksi protes tersebut merupakan Sulaiman Tanjung yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PBNU.

Klarifikasi PBNU: Murni Kesalahpahaman

Menanggapi insiden yang mencoreng jalannya pleno, Rais Syuriyah PBNU Kalimantan Timur, Muhammad Ali Kholil, menyerahkan klarifikasi seusai persidangan. Dirinya menegaskan bahwa kericuhan tersebut murni dipicu oleh adanya distorsi informasi dan kesalahpahaman antarpeserta di dalam forum.

“Kesalahpahaman saja. Tentang tempat Muktamar yang lalu dalam waktu dekat diketok palu bahwa itu di Lirboyo, padahal masih masih belum lantaran ini nanti masih akan dibahas di internal PBNU,” ujar Ali Kholil.

Ali mengimbuhkan, hingga pada saat ini struktur kepengurusan tingkat pusat masih belum mengeluarkan surat keputusan resmi ataupun keputusan final mengenai koordinat utama pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

Dinamika pemilihan Pondok Pesantren Lirboyo sebagai lokasi Muktamar sebenarnya memiliki latar belakang sejarah dan dukungan kuat. Awalnya, nama Lirboyo diusulkan langsung oleh jajaran para kiai sepuh serta Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, demi menjadi arena Muktamar ke-35.

Lirboyo sendiri bukan tempat asing untuk sejarah organisasi, dikarenakan pesantren ini sempat sukses menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-30 pada tahun 1999 silam, yang dinilai sebagai salah satu momentum teramat bersejarah untuk nahdliyin.

Meski dalam rangkaian Munas dan Konbes NU 2026 sempat tercapai titik temu demi menunjuk kembali Lirboyo, keputusan tersebut akhirnya dibatalkan dan dicabut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *