Arahan Prabowo ke Bahlil: Pastikan Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Terulang

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia demi dalam waktu dekat mengambil langkah terukur guna mengonfirmasi pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa tidak kembali terjadi.

Instruksi tersebut disampaikan Bahlil usai mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (22/6/2026).

“Arahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami merupakan dalam waktu dekat mengonfirmasi demi menjalankan langkah-langkah yang terukur dalam rangka percepatan agar tidak lagi terjadi hal bagaikan ini,” ujar Bahlil di kompleks Istana Kekepala negaraan Jakarta.

Bahlil menyebutkan pihak pemerintah telah mengambil sejumlah langkah demi menolong PLN agar pelayanan listrik kepada masyarakat sekitar tetap berjalan optimal. Pemerintah, kata dia, juga mengimbau PLN memperkuat aspek pemeliharaan (maintenance) agar keandalan pasokan listrik tetap terjaga.

“Sudah kita tentukan bahwa telah tidak ada masalah dan pihak pemerintah telah menolong PLN demi dapat menjalankan. Tetapi yang makin dari itu merupakan kita mengimbau ke PLN agar dalam waktu dekat menjalankan maintenance, agar betul-betul dapat menyerahkan ketentuan pelayanan kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak pemerintah membentuk tim pengadaan batu bara demi mencegah persoalan serupa terulang kembali. Tim tersebut melibatkan PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara, BPKP, serta Inspektorat Jenderal.

“Kalau ini tidak diawasi, kita tidak mau lagi bagaikan ini terus. Maka saya membentuk tim, tim pengadaannya itu dari PLN, Dirjen Batubara, BPKP, Inspektur Jenderal,” kata Bahlil.

Dalam pertemuan tersebut, Bahlil juga menginformasikan kondisi sistem kelistrikan nasional, termasuk konsumsi dan pasokan batu bara demi PLN.

“Total konsumsi batubara PLN setiap tahun itu 154 juta ton. Sementara penugasan dari Keaparatur negara kementerianan ESDM kepada korporasi-korporasi demi melayani PLN telah sekitar 180–190 juta ton, dan yang telah dikontrak PLN 134 juta ton,” jelasnya.

Ia mengimbuhkan, secara kontrak pasokan sewajibnya mencukupi, namun PLN membutuhkan suplai batu bara bersama kualitas kalori menengah demi proses blending.

“Secara kontrak bersama PLN bersama pengusaha, 134 juta demi satu tahun, kini telah bulan enam, itu wajibnya tidak ada isu. Ternyata yang PLN keluhkan merupakan kalori yang medium demi blending,” sambungnya.

Selain isu kelistrikan, pertemuan bersama Presiden Prabowo juga membahas perkembangan program hilirisasi, termasuk ekosistem baterai kendaraan listrik.

Bahlil menyampaikan bahwa proyek kerja sama antara CATL dan Antam telah rampung dan direncanakan diresmikan pada akhir Juli.

“Program hilirisasi demi ekosistem baterai mobil yang kerja sama antara CATL dan Antam itu telah berakhir dan insyaallah akan diresmikan nanti di bulan Juli akhir,” ujarnya.

Terkait ketahanan energi nasional, Bahlil mengonfirmasi kondisi masih berada dalam level aman.

“Ketahanan energi kita rata-rata di atas 20 hari minimum,” kata Bahlil.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *