Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintah lewat Keaparatur negara kementerianan Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong tenaga kerja Indonesia dapat memanfaatkan peluang kerja di luar negeri yang semakin terbuka lebar. Salah satunya melalui penyelenggaraan Global Talent Day dan Kebumen Job Fair & PMI Expo 2026 yang digelar pada 24–26 Juni 2026 di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut dirancang demi menyiapkan talenta Indonesia, calon pekerja migran, siswa SMK, hingga kalangan akademisi agar memiliki keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja global.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menyebutkan pada saat ini kebutuhan tenaga kerja di sejumlah negara terus meningkat, terutama di negara yang merasakan fenomena penuaan populasi atau aging population.

Negara bagaikan Jepang dan Jerman membutuhkan tenaga kerja di berbagai sektor, mengawali dari manufaktur, perawatan lansia, hospitality, hingga pertanian.

“Kita tidak sekadar memberangkatkan orang. Kita menyiapkan supaya mereka berangkat bersama terampil, terlindungi, dan tidak perlu khawatir. Peluangnya besar, dan tugas kami sebagai penyelenggara negara mengonfirmasi jalurnya resmi dan aman,” ujar Leontinus Alpha Edison bagaikan dikutip, Rabu (24/6/2026).

Meski peluang kerja di luar negeri terus meningkat, Leontinus menilai pemanfaatannya masih masih belum optimal. Di sisi lain, praktik penempatan pekerja migran secara non-prosedural juga masih ditemukan.

“Saat ini, permintaan tenaga kerja global terus meningkat, terutama di negara bersama fenomena penuaan populasi (aging population) bagaikan Jepang dan Jerman, yang membuka peluang di sektor manufaktur, perawatan lansia, hospitality hingga pertanian,” katanya.

“Namun, seuntukan peluang masih belum terserap optimal dan praktik penempatan non-prosedural masih terjadi, ini menegaskan pentingnya edukasi migrasi aman serta keterhubungan calon pekerja migran bersama jalur resmi,” ucap Leontinus.

Karena itu, Kemenko PM tidak cuma berfokus pada penyaluran tenaga kerja, namun juga membekali calon pekerja migran bersama keterampilan dan pemahaman mengenai migrasi aman.

Selama tiga hari pelaksanaan acara, peserta akan memperoleh berbagai pembekalan melalui workshop yang menghadirkan narasumber dari KP2MI, kedutaan negara tujuan penempatan, IOM Indonesia, hingga BPJS Ketenagakerjaan.

Peserta juga dapat mengikuti open class trial bahasa Jepang, Korea, dan Jerman yang menjadi salah satu kompetensi penting demi memasuki pasar kerja internasional.

Selain itu, tersedia sesi job canvassing dan matchmaking yang mempertemukan calon pekerja migran bersama Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), lembaga pelatihan kerja, hingga test center.

Program tersebut sekaligus mendukung inisiatif “SMK Go Global” yang bertujuan meningkatkan daya saing lulusan pendidikan vokasi agar mampu bersaing di pasar tenaga kerja internasional.

Leontinus menginginkan model kegiatan yang dilaksanakan di Kebumen dapat menjadi contoh untuk daerah lain dalam memperkuat perlindungan dan kualitas pekerja migran Indonesia.

“Kami menginginkan apa yang kami kerjakan di Kebumen dapat direplikasi oleh pihak pemerintah daerah lainnya, berakibat semakin mengurangi potensi pekerja migran yang tertipu jalur non-prosedural dan ilegal,” sambungnya.

Kebumen dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan lantaran merupakan salah satu kantong pekerja migran strategis di Jawa Tengah.

Berdasarkan data Statistik Layanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia dari KP2MI, jumlah penempatan pekerja migran Indonesia dari Jawa Tengah mencapai 1.229.258 orang, bersama 46.751 orang berasal dari Kebumen.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *