Apa Itu Tender Rakyat? Skema Baru Program Bedah Rumah yang Diklaim Lebih Transparan

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Mekanisme Pemilihan Toko Terbuka (PTT) atau yang dikenal sebagai “Tender Rakyat” menjadi salah satu skema baru dalam pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Melalui mekanisme ini, pemilik toko bangunan bersaing secara terbuka bersama menampilkan daftar material beserta harga yang ditawarkan, berakibat penerima bantuan dapat memperoleh harga yang teramat kompetitif.

Sistem tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Menurutnya, keterbukaan informasi harga dalam Tender Rakyat menciptakan penggunaan anggaran program bedah rumah menjadi makin transparan dan akuntabel.

“Saya telah kerap ikut sama beliau (Menteri PKP). Ini salah satu program yang bagus sekali, lantaran ada tender rakyat ini, uangnya seluruhnya serba terbuka. Semua transparan ya,” kata Tito saat meninjau program bedah rumah bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Desa Cilampeni, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/7). Keterangan itu disampaikan kembali di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu (26/7).

Dalam mekanisme Tender Rakyat, setiap toko bangunan dapat mengajukan penawaran harga dan daftar bahan bangunan yang dibutuhkan demi pembangunan atau renovasi rumah. Penawaran tersebut lalu dibandingkan secara terbuka berakibat toko yang menawarkan harga teramat rendah bersama spesifikasi yang sesuai akan dipilih sebagai penyedia material.

Menurut Tito, mekanisme tersebut tidak cuma menyerahkan ketentuan harga kepada masyarakat sekitar, namun juga mendorong efisiensi penggunaan dana bantuan. Jika terdapat selisih anggaran setelah pembelian material, dana tersebut tidak hangus, melainkan dikembalikan kepada masyarakat sekitar penerima manfaat.

“Artinya siapa yang teramat murah itu akan menang. Dan lalu sisa uangnya dikembalikan lagi kepada rakyat. Silakan berembuk buat apa,” ujarnya.

Saat menjalankan peninjauan, Tito juga berdialog langsung bersama para pemilik toko bangunan demi memverifikasi jenis material dan harga yang ditawarkan. Ia menilai sistem tersebut membuka ruang persaingan yang sehat antartoko sekaligus memberi kesempatan kepada masyarakat sekitar memperoleh bahan bangunan berkualitas bersama harga makin terjangkau.

Selain memperkenalkan mekanisme Tender Rakyat, Tito menyebutkan pihak pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto juga terus menyerahkan kemudahan untuk masyarakat sekitar berpenghasilan rendah (MBR) demi memiliki hunian layak. Salah satunya melalui pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Sekarang demi khusus masyarakat sekitar berpenghasilan rendah, turunkan, dinolkan. Nah, definisi masyarakat sekitar berpenghasilan rendah pun, oleh Pak Menteri PKP, telah agak diperluas,” tutur Tito.

Ia menginginkan berbagai kebijakan di sektor perumahan, termasuk Tender Rakyat, dapat mempercepat pembangunan rumah sekaligus menggerakkan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas di sektor konstruksi dan bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *