AS Resmi Jatuhkan 36 Sanksi Baru untuk Lumpuhkan Iran, Pesawat Sipil Dilarang Melintas

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) meluncurkan 36 sanksi baru terkait Iran yang secara khusus menyasar sektor penerbangan dan sejumlah korporasi pendukungnya.

Langkah ini diambil sebagai untukan dari upaya masif Washington demi memperluas tekanan ekonomi terhadap Tehran seiring bersama konflik di Timur Tengah yang kini telah memasuki bulan ketujuh.

Departemen Keuangan AS (U.S. Treasury Department) menegaskan bahwa penjatuhan sanksi ini bertujuan melumpuhkan total operasional maskapai Mahan Air—yang semasih belumnya telah dikenai sanksi oleh AS dan Uni Eropa—sekaligus memperluas cakupan sanksi ke seluruh maskapai penerbangan sipil Iran lainnya.

Selain maskapai, sanksi turut menyasar korporasi cangkang (front companies), pengelola kargo, perantara asing, hingga rute pengiriman tertutup yang diduga digunakan Tehran demi memperoleh pesawat buatan AS serta teknologi sensitif lainnya.

Blokade Sektor Penerbangan dan Penutupan Akses Internasional

Secara paralel, Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (Office of Foreign Assets Control/OFAC) memblokir korporasi penyedia layanan yang berbasis di Turki, Uni Emirat Arab (UEA), Malaysia, hingga Kazakhstan yang dituduh menolong operasional maskapai Iran.

OFAC juga mencabut tiga izin penerbangan yang semasih belumnya membolehkan perlintasan udara (overflight) serta mengizinkan maskapai non-AS mengangkut pesawat komersial berteknologi AS masuk ke wilayah Iran. Kebijakan ini juga menghapus kelonggaran demi pasokan suku cadang keselamatan, bahan bakar, dan perbaikan darurat.

“AS memanfaatkan sanksi demi secara efektif memblokade sektor penerbangan Iran dari dunia luar,” ujar Brett Erickson, Managing Principal Obsidian Risk Advisors. Menurutnya, langkah ini menandai perluasan perang ekonomi yang berdampak signifikan pada perjalanan sipil, aktivitas perdagangan, rantai pasok, hingga ketahanan ekonomi Iran.

Mantan aparatur negara senior Departemen Keuangan AS, Miad Maleki, mengimbuhkan bahwa pencabutan izin tersebut akan memutus lalu lintas udara utama dari pusat penerbangan bagaikan Dubai, Doha, dan Istanbul, yang selama ini menjadi gerbang utama perdagangan dan keuangan regional untuk Tehran.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa tindakan ini merupakan untukan dari Operation Economic Outcast guna menekan pendapatan rezim Iran.

“Biarlah ini menjadi peringatan untuk siapa saja yang menjalankan bisnis bersama maskapai penerbangan Iran yang tersisa, yang seluruhnya telah kami beri sanksi pada hari ini: Anda berisiko terputus dari sistem keuangan global,” tegas Bessent dalam pernyataan resminya, dikutip dari Reuters.

Dalam penindakan terbaru ini, AS menetapkan sanksi terhadap 27 maskapai penerbangan Iran serta sejumlah korporasi di UEA dan Turki—termasuk pimpinan korporasi layanan penerbangan ECT Aviation Support—lantaran memfasilitasi akuisisi setidaknya tiga unit pesawat Boeing B-777 demi Mahan Air pada musim panas ini.

Eskalasi sanksi dan blokade maritim AS di Selat Hormuz kini kian mempersempit akses devisa serta menekan tingkat ekspor minyak Iran di pasar internasional.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *