Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa laporan APBN KiTA (Kinerja dan Fakta) periode April 2026 memperlihatkan kinerja fiskal Indonesia berada dalam kondisi baik dan melampaui prediksi pengamat.

Ia menyebutkan laporan ABPN KiTA yang dirilis pada Selasa (19/5/2026) itu akan menjawab kritik dari majalah ekonomi terkemuka Inggris, The Economist tentang kebijakan fiskal pihak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kondisi fundamental ekonomi kita bagus. Fiskal kita bagus. Besok saya akan jumpa pers masalah APBN KiTA, yang seuntukan menurut majalah Economist bilang (fiskal) kita berantakan. Enggak. Kita bagus sekali dan mereka enggak ngerti apa yang kita kerjakan,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kekepala negaraan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Purbaya mengonfirmasi hasil laporan tersebut mencerminkan fondasi ekonomi nasional yang kuat.

“Yang penting gini, esok hari akan ada APBN KiTA, laporan APBN KiTA sampai April. Itu hasilnya bagus, tentu di luar perkiraan para pengamat itu,” ujar Purbaya

Menurutnya, posisi fiskal pihak pemerintah masih terjaga bersama baik meskipun terdapat tekanan eksternal global. Ia juga menanggapi kritik dari sejumlah pihak luar negeri yang menilai kondisi fiskal Indonesia bermasalah.

Purbaya menerangkan strategi pembangunan ekonomi pihak pemerintah tidak cuma mengandalkan belanja negara, namun juga mendorong peran aktif sektor swasta.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 yang mencapai 5,61 persen merupakan hasil kombinasi kontribusi berbagai sektor ekonomi.

Purbaya menilai capaian pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi prestasi penting lantaran terjadi saat perekonomian global tengah merasakan tekanan.

Ia mengimbuhkan percepatan ekonomi telah mengawali terlihat sejak akhir tahun lalu dan terus berlanjut pada awal 2026.

Menurutnya, kebijakan reformasi ekonomi yang dijalankan pihak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto semasih belum munculnya gejolak global menjadi faktor utama menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Semasih belumnya dalam acara bersama Presiden Prabowo di Pangkalan aparat TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin, Purbaya juga menyentil The Economist, yang pada pekan lalu menerbitkan berita berisi kritik terhadap kebijakan ekonomi Indonesia.

Dalam dua artikelnya, The Economist menyebut Prabowo sebagai kepala negara yang menghambur-hamburkan uang, tidak ramah pada investor dan mengancam demokrasi Indonesia.

Tetapi menurut Purbaya kritik tersebut keliru. Alih-alih ia menegaskan The Economist sewajibnya memuji Indonesia lantaran pihak pemerintah telah mampu menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan defisit APBN.

“Mereka suruh lihat deh kebijakan-kebijakan negara Eropa berapa defisitnya, utangnya berapa. Itu mendekati 100 persen seluruh dari PDB. Kita masih 40 persen dari PDB. Kita masih bagus, wajibnya The Economist puji kita,” ujar Purbaya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *