BPBD Hulu Sungai Selatan Apresiasi Kepedulian Anak Usaha AALI Tangani Karhutla di Lahan Warga

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, mengapresiasi keterlibatan korporasi perkebunan kelapa sawit PT Subur Agro Makmur (SAM) dalam menolong penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di lahan-lahan milik masyarakat sekitar masyarakat sekitar.

Kepedulian anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang beroperasi di Kalimantan Selatan tersebut dinilai turut memperkuat upaya penanganan karhutla di Hulu Sungai Selatan melalui dukungan personel, peralatan pemadaman darat, serta pengerahan helikopter demi menjalankan pemadaman dari udara (water bombing).

Kepala Pelaksana BPBD Hulu Sungai Selatan, Ika Agus, menyebutkan bahwa keterlibatan berbagai pihak, bagaikan yang dilakukan korporasi perkebunan sawit PT SAM, amat dibutuhkan demi menyikapi ancaman karhutla, terutama ketika kondisi cuaca kering dan keterbatasan sumber air menyulitkan proses pemadaman.

Menurutnya, kondisi cuaca kering dan panas memang memicu karhutla di sejumlah titik. Tantangan penanganan karhutla bertambah rumit mengingat kendala akses serta minimnya sumber air di lokasi. Sesuai aturan, penanganan di dalam konsesi memang tanggung jawab korporasi. Namun, menurutnya, keikutsertaan PT SAM menolong pemadaman hingga ke lahan masyarakat sekitar amat amat berguna.

“Dukungan darat dan helikopter water bombing ini amat menolong tim gabungan mengendalikan karhutla di HSS,” ujar Agus masih belum lama ini.

Menurut BPBD, wilayah Hulu Sungai Selatan pada saat ini berada dalam status Siaga Darurat Karhutla. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan dan koordinasi lintas pihak agar kebakaran dapat ditangani sedini barangkali semasih belum meluas ke wilayah lainnya.

Dukungan PT SAM menjadi untukan dari upaya bersama tersebut. Perusahaan yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini mengerahkan helikopter Bell 505 Jet Ranger X demi menjalankan pemadaman melalui water bombing.

Hingga pembaruan terkini, operasi udara tersebut tercatat telah melaksanakan tiga kali pengeboman air (water bombing) pada titik-titik api di luar konsesi, tepatnya di sekitar perimeter areal korporasi.

Keberadaan sarana udara tersebut menolong menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat, khususnya kawasan semak belukar dan area bersama keterbatasan sumber air permukaan. Operasi udara ini akan terus dilanjutkan bersama tetap mempertimbangkan faktor visibilitas atau jarak pandang, serta menempatkan area di luar konsesi sebagai prioritas utama penanganan.

Di lapangan, operasi udara didukung Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) PT SAM yang bekerja bersama Masyarakat Peduli Api (MPA). Tim gabungan menjalankan pemantauan dan pemadaman langsung.

Keterlibatan korporasi dalam penanganan kebakaran di luar wilayah konsesi korporasi menjadi salah satu bentuk dukungan korporasi terhadap upaya pihak pemerintah daerah dan masyarakat sekitar dalam menyikapi ancaman karhutla.
Kolaborasi tersebut juga memperlihatkan pentingnya kesiapsiagaan bersama, mengingat dampak kebakaran lahan dan kabut asap tidak mengenal batas wilayah administrasi maupun konsesi.

Melalui koordinasi antara BPBD, pihak pemerintah daerah, masyarakat sekitar, dan sektor swasta, upaya pencegahan serta penanganan karhutla di Hulu Sungai Selatan diharapkan semakin efektif, sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan, lingkungan, dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar akibat kebakaran dan kabut asap. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *