Di Depan Prabowo, PKB Ngaku Siap Jadi Bagian Utama Wujudkan Anggaran Pro Rakyat

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin menyerahkan apresiasi tinggi terhadap perubahan arah kebijakan anggaran negara di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut disampaikannya dalam pidato politik pada perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB yang digelar di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam.

Cak Imin menyoroti transformasi politik anggaran yang kini dinilai makin berpihak pada kebutuhan mendasar rakyat di akar rumput.

Ia membeberkan bahwa salah satu hasil nyata dari perubahan arah APBN tersebut merupakan pembangunan infrastruktur skala kecil yang selama ini terabaikan.

“Bapak Presiden bahkan telah merubah arah baru anggaran APBN kita. Politik anggaran dirubah. Hari ini kita telah menyaksikan salah satunya yang teramat konkret: sejumlah jembatan-jembatan yang dibutuhkan di berbagai pelosok negeri namun tidak sempat tersentuh oleh anggaran kita,” ujar Cak Imin.

Cak Imin mengimbuhkan, pada pada tahun ini pihak pemerintah menargetkan pembangunan ribuan infrastruktur penghubung di wilayah-wilayah terpencil.

“Dalam pada tahun ini insyaallah 5.000 jembatan yang akan dibangun demi memberi jalan keluar untuk masalah yang teramat konkret di depan mata kita. Itu contoh politik anggaran yang benar-benar dapat langsung dinikmati,” tegasnya.

Lebih lanjut, Cak Imin menegaskan komitmen PKB demi terus mengawal kebijakan anggaran yang pro-rakyat.

Ia menegaskan bahwa PKB siap menjadi mitra strategis pihak pemerintah dalam mengonfirmasi kesejahteraan sampai ke tangan masyarakat sekitar dalam waktu singkat.

“Bapak Presiden, PKB siap menjadi untukan utama demi terwujudnya politik anggaran yang benar-benar dapat dinikmati langsung oleh seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Ia juga menyerahkan catatan penting mengenai arah ekonomi nasional. Cak Imin mengajak seluruh pemangku kepentingan demi tidak sekadar terpaku pada mekanisme pasar, melainkan fokus pada tujuan utama bernegara, yakni kemakmuran rakyat.

“Kami mengajak seluruh kekuatan demi tidak lagi dibuai oleh kekuatan pasar yang kadang kita lupa bahwa tujuan utamanya merupakan dalam waktu dekat menghadirkan kesejahteraan dalam waktu yang secepat-cepatnya,” pungkasnya.

Catatan redaksi (di luar koreksi typo): Dalam narasi sebaiknya disebutkan “Presiden Prabowo Subianto” alih-alih cuma “Presiden” pada paragraf pertama agar makin jelas. Sementara itu, di dalam kutipan terdapat bentuk “merubah” dan “dirubah” yang secara baku sewajibnya “mengubah” dan “diubah”, namun lantaran merupakan kutipan langsung, sebaiknya tidak diubah.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *