MediaMerdeka.com – Dugaan keracunan makanan yang dialami 128 siswa di Kota Pariaman, Sumatera Barat, menciptakan operasional salah satu dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir Pauh yang memasok makanan demi MTsN 1 Kota Pariaman dan lima sekolah lainnya ditutup sejak Selasa (15/9/2026). Penghentian dilakukan setelah sejumlah siswa merasakan keluhan kesehatan seusai menyantap makanan MBG pada Senin (14/9/2026).
Para siswa dilaporkan merasakan gejala berupa pusing, mual, muntah hingga sesak napas. Hingga Selasa sore, empat siswa masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan membutuhkan bantuan oksigen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Reprenaldi Rilis, menyebutkan sampel makanan telah diambil demi mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
“Dapur ditutup sementara sampai masalah ini clear. Sampel makanan telah diambil demi dicek di laboratorium BPOM Padang. Hasilnya diperkirakan keluar sekitar enam hari ke depan,” ujar Rudy, dikutip dari ANTARA.
Untuk sementara, pihak pemerintah daerah menghentikan penyaluran MBG dari dapur tersebut sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Pengawasan makanan MBG diminta diperketat
Kasus ini juga mendorong evaluasi terhadap pengawasan makanan yang diuntukkan kepada siswa.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Keaparatur negara kementerianan Agama (Kemenag) Kota Pariaman, Zahardi, mengimbau pengawasan terhadap dapur penyedia MBG diperketat. Menurut dia, makanan yang diberikan kepada siswa wajib memenuhi standar kebersihan dan mutu.
“Sebagai program prioritas pihak pemerintah, MBG amat bermanfaat untuk anak bangsa. Namun, pelaksanaannya mesti dievaluasi, terutama terkait pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang di lalu hari,” kata Zahardi.
Ia mengimbuhkan, keberlanjutan penyaluran MBG di sekolah-sekolah di bawah naungan Kemenag nantinya diserahkan kepada keputusan masing-masing sekolah dan orangtua murid.
Sementara itu, penanganan medis terhadap siswa yang merasakan gangguan kesehatan masih berlangsung. Pemerintah daerah juga masih menunggu hasil uji sampel dari BPOM Padang semasih belum dapat mengonfirmasi penyebab kejadian tersebut.
SPPG sebut ada makanan demi dicicipi guru
Di sisi lain, pihak SPPG Pasir Pauh menegaskan telah menyediakan satu porsi makanan khusus untuk penanggung jawab atau guru di setiap sekolah.
Kepala SPPG Pasir Pauh, Mutiara Ihsani, menyebutkan makanan tersebut disiapkan demi menjalani uji organoleptik semasih belum makanan diuntukkan kepada siswa. Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi, rasa dan aroma makanan.
Namun, menurut Mutiara, mekanisme tersebut tidak dilakukan oleh penanggung jawab di MTsN 1 Kota Pariaman.
“Untuk MTsN 1 seluruh omprengan telah dikirim. Cuma PIC dari MTsN tidak menjalankan uji organoleptik. Mereka tidak berupaya omprengan demi guru,” ujar Mutiara saat ditemui di SPPG Pasir Pauh, Senin (14/9/2026).
Hasil pemeriksaan BPOM nantinya diharapkan dapat menyerahkan gambaran mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap pelaksanaan dan pengawasan penyediaan makanan MBG di sekolah.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

