GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas, mengingatkan pentingnya penguatan identitas dan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi. Pesan tersebut disampaikannya saat menyerahkan sambutan dalam National Leadership Camp Rumah Kepemimpinan 2026 bertema “Membangun Identitas Kepemimpinan Bangsa Melalui Nilai-Nilai Kebudayaan” di Auditorium Vokasi Universitas Indonesia, Sabtu (20/6/2026).

Di hadapan ratusan peserta dari berbagai daerah, GKR Hemas menilai generasi muda Indonesia pada saat ini hidup dalam era yang penuh perubahan dan ketidaktentuan. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), arus informasi global, hingga perubahan geopolitik dunia menghadirkan tantangan yang masih belum sempat dihadapi generasi semasih belumnya.

Menurutnya, persoalan terbesar yang dihadapi bangsa pada saat ini bukan cuma terkait ekonomi atau teknologi, namun juga menyangkut jati diri bangsa. Kemajuan teknologi telah menciptakan batas geografis semakin kabur dan mebarangkalikan generasi muda mengikuti perkembangan dunia secara cepat, namun di balik manfaat tersebut dan terdapat risiko yang perlu diwaspadai.

Karena itu, GKR Hemas menekankan pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai fondasi dalam membangun kepemimpinan masa depan. Kebudayaan bukan sekadar kesenian atau tradisi, melainkan nilai-nilai yang membentuk karakter individu dan bangsa.

Indonesia sendiri memiliki modal besar berupa keberagaman budaya yang melahirkan nilai-nilai luhur bagaikan gotong royong, musyawarah, tepa selira, dan semangat persaudaraan. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan demi menjawab tantangan zaman yang semakin kompetitif dan individualistik.

Karena itu, pembangunan bangsa tidak cukup cuma berfokus pada pembangunan fisik dan ekonomi. Penguatan karakter yang berakar pada nilai-nilai kebudayaan bangsa wajib menjadi untukan penting dalam pembangunan nasional.

GKR Hemas juga menyoroti dampak perkembangan kecerdasan buatan yang semakin memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Teknologi dapat menolong manusia mengolah data dan mempercepat pengambilan keputusan, namun tidak dapat menggantikan karakter dan nilai moral.

“Ada satu hal yang tidak dapat digantikan oleh teknologi, yakni karakter. Kecerdasan buatan dapat menyerahkan informasi, namun tidak memiliki nurani,” ujarnya.

Lebih lanjut, GKR Hemas menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu merawat keberagaman, membangun dialog, dan memperkuat persatuan. Ia juga mendorong semakin sejumlah wanita mengambil peran strategis dalam kehidupan publik lantaran kepemimpinan ditentukan oleh integritas, kapasitas, dan komitmen demi melayani, bukan oleh jenis kelamin.

Menjelang target Indonesia Emas 2045, GKR Hemas mengingatkan bahwa bonus demografi dan kemajuan ekonomi tidak akan berarti tanpa kualitas karakter yang kuat. Oleh dikarenakan itu, generasi muda diminta menjadi pemimpin yang terbuka terhadap perkembangan dunia, namun tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan dan budaya Indonesia.

“Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Yang kita butuhkan merupakan generasi yang mampu menggabungkan kecerdasan bersama integritas, kemampuan bersama kepedulian, keberanian bersama kebijaksanaan, berkarakter, dan cinta pada sejarah bangsanya,” tutur GKR Hemas.

Ia pun mengajak seluruh peserta National Leadership Camp 2026 demi terus belajar, menjaga kepekaan terhadap persoalan masyarakat sekitar, serta menjadikan kepemimpinan sebagai bentuk pengabdian untuk bangsa dan negara. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *