Harga Minyak Mentah di bawah 100 dolar AS, Stok Pertalite dan Biodiesel Diklaim Aman

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pasokan Pertalite dan biodiesel Indonesia tetap aman hingga akhir tahun meski konflik global masih berlangsung dan mempengaruhi dinamika harga energi di dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeklaim pasokan pertalite dan biodiesel aman lantaran harga pembelian minyak mentah Indonesia masih di bawah 100 dolar AS per barel. Ia memperkirakan harga itu akan bertahan hingga akhir tahun.

“Indonesia kini pembelian minyaknya masih rata-rata di angka 91 (dolar AS per barel), itu relatif sampai akhir tahun, at least Pertalite dan biodiesel aman,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa (11/8/2026), di sela-sela acara Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026.

Menurutnya, kondisi harga tersebut menciptakan pihak pemerintah masih mampu menjaga stabilitas penyediaan energi di tengah ketidaktentuan global tanpa menyikapi tekanan signifikan terhadap kebutuhan bahan bakar dalam negeri.

“Jadi untuk Indonesia relatif, Indonesia masih menyaksikan bersama situasi harga minyak yang tidak di atas 100 (dolar Amerika Serikat per barel),” imbuh dia.

Selain bahan bakar minyak, Airlangga menyebutkan pasokan listrik nasional juga relatif aman lantaran seuntukan besar pembangkit masih mengandalkan sumber energi domestik berupa batu bara.

Ia mengimbuhkan penggunaan batu bara sebagai sumber energi utama menciptakan Indonesia tidak merasakan lonjakan biaya pembangkitan listrik akibat fluktuasi harga energi yang terjadi di pasar internasional.

“Dan yang lain, tentu bila masalah listrik, itu kita kesejumlahan dibiayai oleh indigenous energy, yakni batu bara. Sehingga juga tidak ada lonjakan harga dari batu bara,” jelasnya.

Kemudian demi kebutuhan gasoline di sektor hilir, Airlangga menyebutkan pasokan Indonesia berasal dari Singapura melalui jalur Selat Malaka berakibat tidak bergantung pada lintasan pengiriman melalui Selat Hormuz.

Menurut Airlangga, struktur pasokan energi tersebut menolong Indonesia memitigasi dampak gejolak geopolitik berakibat aktivitas ekonomi nasional tetap dapat berjalan bersama baik sepanjang semester pertama pada tahun ini.

Ia menyebut kemampuan menjaga stabilitas energi turut mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,45 persen pada semester pertama berakibat menempatkan Indonesia di jajaran negara bersama pertumbuhan ekonomi tertinggi di ASEAN dan G20.

“Jadi ini relatif (baik) dibandingkan berbagai negara ASEAN ataupun G20, Indonesia masih top three atau top two,” ucapnya.

Airlangga menyebutkan inflasi Indonesia juga tetap terkendali pada level 2,88 persen meski sejumlah negara merasakan kenaikan harga akibat transmisi dari lonjakan harga minyak di pasar global.

Menurut Airlangga, stabilitas pasokan energi dan inflasi yang terjaga menjadi modal penting untuk Indonesia demi mempertahankan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidaktentuan global yang masih berlangsung.

“Jadi berbagai negara tentu bersama transmisi dari pada harga minyak, inflasinya tinggi, tapi Indonesia alhamdulillah kita masih dapat menjaga angka inflasi yang ada,” pungkas Airlangga.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *