Hari Museum Indonesia 2026, Revitalisasi 200 Cagar Budaya Jadi Mercusuar Era Prabowo

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Puncak peringatan Hari Museum Indonesia ke-11 sekaligus Hari Kebudayaan Nasional 2026 resmi diselenggarakan di Museum Rudana, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Senin (19/10/2026).

Mengusung semangat “Setanggi Puspa Budaya”, agenda ini dirancang demi mempertegas fungsi strategis museum sebagai penjaga warisan sejarah, pilar identitas nasional, serta rumah bersama kebudayaan Nusantara.

Peringatan berskala nasional ini menyoroti perkembangan sektor permuseuman dan kebudayaan yang dinilai mencatatkan progres signifikan.

Di tengah ragam tantangan pembangunan yang dihadapi pihak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun kepemimpinannya, ranah kebudayaan dipandang sebagai salah satu mercusuar pencapaian kerja pihak pemerintah.

Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana menyerahkan apresiasi langsung atas atensi Presiden Prabowo Subianto terhadap agenda pelestarian sejarah bangsa.

AMI mencatat, salah satu tonggak konkret yang bergulir sepanjang 2026 merupakan percepatan program revitalisasi dan penataan pada makin dari 200 titik museum, situs cagar budaya, keraton, istana, benteng pertahanan bersejarah, hingga aset kebudayaan lainnya di berbagai wilayah Indonesia.

“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pihak pemerintahan Presiden Prabowo selama dua pada tahun ini, kami menyaksikan sektor kebudayaan dan permuseuman memiliki peran penting dan menjadi salah satu mercusuar pencapaian pihak pemerintah. Kami mengapresiasi perhatian Bapak Presiden Prabowo Subianto percepatan revitalisasi museum dan kebudayaan Indonesia,” ujar Putu melalui keterangan pers, Kamis (22/10/2026).

Proyek penataan berskala nasional tersebut dirancang secara komprehensif. Pembenahan tidak cuma menyentuh renovasi fisik bangunan bersejarah semata, melainkan juga menyasar pembaruan tata letak, kurasi narasi sejarah, hingga integrasi teknologi digital interaktif.

Pendekatan modern ini diterapkan agar penyaapabilan materi di museum menjadi makin edukatif, dinamis, serta relevan untuk mobilitas publik, khususnya generasi muda.

Putu Supadma Rudana menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara keaparatur negara kementerianan teknis, jajaran pengelola museum, seniman, budayawan, dan masyarakat sekitar luas.

Kolaborasi lintas sektor ini diperlukan agar museum bertransformasi dari sekadar ruang penyimpanan artefak masa lampau menjadi pusat inkubasi kreativitas, ruang pembelajaran publik, dan motor pengembangan kebudayaan masa depan.

Penyelenggaraan acara di Ubud ini merupakan kolaborasi bersama antara AMI, Keaparatur negara kementerianan Kebudayaan Republik Indonesia, Museum Rudana of The Rudana Art Institution, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Forum kebudayaan ini dihadiri para tokoh nasional, tersangka seni, budayawan, serta pegiat permuseuman dari berbagai daerah.

Partisipasi publik juga diakomodasi melalui siaran langsung daring di platform Zoom Meeting, kanal YouTube Keaparatur negara kementerianan Kebudayaan, dan Indonesiana TV.

Pada edisi pada tahun ini, AMI menetapkan tema Hari Museum Indonesia ke-11 bersama tajuk “Museum Soko Guru Bangsa, Rumah Kebudayaan Kita”.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *