Kemenkeu Beberkan Jurus APBN 2027: Targetkan Ekonomi Tumbuh 6 Persen

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Pemerintah mengawali menyusun ancang-ancang kebijakan ekonomi demi tahun anggaran 2027. Di tengah ketidaktentuan kondisi global, pihak pemerintah optimistis menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu melesat hingga 6 persen.

Untuk merealisasikan target tersebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditentukan tidak akan bekerja sendirian. Pemerintah menyiapkan strategi khusus bertajuk “two arms” atau pendekatan dua tangan, bersama mendorong investasi sebagai motor penggerak utama (prime mover).

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Keaparatur negara kementerianan Keuangan, Noor Faisal Achmad, dalam sebuah podcast ‘Broadcash’ yang tayang di akun YouTube Bisnis.com.

Faisal menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia terbukti berdaya tahan kuat menyikapi gejolak eksternal dibanding negara-negara mitra. 

“Kita cukup resilien dibandingkan bersama negara-negara mitra. Jadi kita wajib bangga bahwa dapat tumbuh semester satu ini sampai ya 5,5 persen lah. Tidak sejumlah negara yang dapat mencapai hal tersebut,” ujar Faisal 

Sebagai catatan, pada tayangan grafis data BPS di video, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II tercatat tumbuh 5,29 persen (YoY) dan 5,45 persen (C-to-C). Ketahanan domestik ini juga didukung laju inflasi yang berada di kisaran 3,28 persen (dalam target 2,5±1 persen), pertumbuhan kredit perbankan di atas 13 persen, serta cadangan devisa sebesar US$ 146,3 miliar. 

Strategi “Dua Tangan”: Gandeng Danantara dan Swasta

Faisal menerangkan, ukuran APBN yang berada di kisaran Rp 4.100 triliun terbilang kecil apabila dibandingkan total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai sekitar Rp 27.000 triliun. Karena itu, APBN perlu beruntuk peran bersama instrumen di luar anggaran negara.

Di sinilah peran strategi two arms dijalankan. Tangan pertama merupakan APBN yang fokus mengawal layanan dasar masyarakat sekitar, jaring pengaman sosial, pendidikan, kesehatan, serta subsidi.

Sedangkan tangan kedua merupakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama sektor swasta. Lengan ini ditugaskan tancap gas menggarap proyek-proyek bernilai komersial tinggi (profit-oriented), hilirisasi industri, serta manufaktur berskala besar.

“Investasi akan menjadi prime mover-nya di sini gitu kan. Nah jadi mengapa tadi Danantara akan ada di depan gitu, semoga ini investasi dapat tumbuhnya 7 persen misalkan,” tutur Faisal  

Faisal mengimbuhkan, Danantara dan swasta akan membidik sektor-sektor yang bernilai komersial tinggi, sementara pihak pemerintah bertugas memangkas berbagai hambatan perizinan di lapangan. 

“Danantara pun kan istilahnya utama mereka tentu akan ke yang profit-oriented ya… mengapa demi debottlenecking, isu-isu yang menghambat usaha, menghambat perizinan, ini memang yang kita dorong diberakhirkan,” jelasnya. 

8 Program Kerja Prioritas Nasional

Lebih lanjut, Faisal memaparkan bahwa pihak pemerintah bersama Bappenas telah memetakan sekitar 60 rumpun proyek prioritas yang dikelompokkan ke dalam 8 klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) di era Presiden Prabowo Subianto.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *