Kadin Wanti-wanti Manajemen DSI, Fase Awal Operasi Sangat Krusial

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai tujuh bulan pertama operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) (DSI) akan menjadi periode krusial yang menentukan kesuksesan korporasi dalam menjalankan mandat tata kelola ekspor komoditas strategis nasional.

Pengurus Kadin Indonesia, Alexander Yahya Datuk, menyebutkan masa awal operasional tersebut akan menjadi fase penting demi membangun sistem, platform, serta infrastruktur yang dibutuhkan agar DSI dapat berfungsi secara efektif sesuai target yang telah ditetapkan.

Menurutnya, kesuksesan DSI tidak cuma ditentukan oleh konsep bisnis yang diusung, namun juga kesiapan manajemen dalam mengeksekusi proses transisi dan membangun fondasi operasional yang kuat.

“Saya amat menginginkan ini dapat jalan, challenge-nya kini merupakan di 6 bulan pertama itu kan merupakan periode evaluasi ya sama persiapan transisi sampai sistemnya telah terbentuk, platformnya terbentuk berarti memang 7 bulan ke depan wajib ada extra effort demi mengonfirmasi platformnya siap, sistemnya siap, infrastruktur demi dapat berfungsi sesuai bersama yang diharapkan,” ujar Alexander di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Ia menerangkan, pembentukan sistem kerja yang solid menjadi syarat utama agar DSI dapat menjalankan peran strategisnya dalam tata kelola ekspor nasional. Karena itu, manajemen perlu bekerja makin keras agar seluruh perangkat pendukung dapat beroperasi tepat waktu.

Alexander menilai rentang waktu tujuh bulan bukanlah periode yang panjang demi membangun platform dan sistem yang akan menjadi tulang punggung aktivitas korporasi ke depan.

“Ini kan 7 bulan pertama ini amat krusial lantaran itu merupakan proses dimana pertama data collection, informasi data dan kedua mengawali membangun platform atau sistem kerja korporasi itu akan bagaikan apa, platformnya bagaikan apa,” imbuhnya.

Menurut dia, proses pengumpulan data dan pembangunan sistem wajib berjalan beriringan agar DSI mampu menjalankan fungsi pengawasan dan pengelolaan transaksi ekspor secara optimal ketika mengawali beroperasi penuh.

Karena itu, ia mengimbau seluruh jajaran manajemen DSI menyerahkan upaya maksimal selama masa transisi agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai sesuai jadwal.

“Dan itu 7 bulan itu bukan waktu yang lama itu cukup singkat sebenarnya demi membangun platform bagaikan itu, jadi upayakan extra effort, manajemennya wajib extra effort, kerja keras dan dapat deliver sesuai bersama target deadline yang diberikan. Platformnya telah wajib siap dan berfungsi bersama baik dan bertransaksi bersama efektif,” bebernya.

Di sisi lain, Alexander tetap memandang kehadiran DSI sebagai langkah positif demi memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia.

Menurutnya, apabila dijalankan secara optimal, DSI berpotensi menolong mengurangi praktik under-invoicing dan transfer pricing sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi dari ekspor sumber daya alam untuk Indonesia.

Ia mengimbuhkan, model tata kelola bagaikan yang diterapkan DSI juga telah digunakan di sejumlah negara demi meningkatkan transparansi perdagangan komoditas serta mengonfirmasi manfaat ekspor dapat kembali makin besar ke perekonomian nasional.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *